Korban sepasang suami istri diserang beruang di Teluk Paman Kampar Kiri.

FOTO: Pasutri di Kampar di Serang Beruang, Suami Kritis dan Istri Meninggal

Selasa,03 Oktober 2017 - 19:30:16 WIB | Di Baca : 9780 Kali

KAMPAR - Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Selasa (3/10/2017) pagi menjelang siang gempar.

Pasangan suami istri, Saruli (60) dan Bunai (50) luka-luka parah setelah diserang seekor beruang saat hendak menakik getah.

Tak cuma menyerang, beruang tersebut juga mencakar tubuh korban hingga berlumuran darah. Yang lebih memprihatinkan lagi, Bunai terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif setelah bagian kepalanya yang dicakar beruang berserakan.

Bunai sendiri dilaporkan meninggal dunia karena kondisinya yang demikian parah. Sedangkan sang suami, dilaporkan dalam keadaan kritis dan dilarikan ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, beruang madu berwarna hitam khas hutan tropis Indonesia itu tak hanya mencakar wajah dan beberapa bagian tubuh ibu ini, tapi juga membuka tengkorak kepala perempuan malang itu hingga isinya tercerabut keluar tengkorak kepala.

Perempuan tersebut pun sempat  dalam keadaan koma setelah berhasil diselamatkan warga. Tapi, kemudian kondisinya memburuk karena luka parah pada bagian kepala yang dirobek oleh kuku tajam beruang ganas itu.

Beruang  tersebut ternyata tak hanya menyerang Bunai  tapi juga suaminya, Saruli. 

Kedua korban saat ditemukan warga dalam kondisi berdarah-darah.

Saruli yang berupaya membantu yang istri malah ikut balik diserang oleh beruang ganas tersebut sehingga wajahnya terkoyak-koyak berlumuran darah  dan kondisinya benar-benar mengenaskan.

Menurut penuturan warga setempat, Luthfi sebagaimana dilaporkan suara kampar,  awalnya beruang menyerang Bunai sekira pukul 10.30 WIB. Melihat istrinya diserang beruang, lalu suaminya Saruli (60) berupaya menolong namun beruang juga menyerang Saruli.

 

Saruli meraung menahan kesakitan akibat wajahnya dekat mata dicakar oleh beruang yang mengamuk.

Melihat kejadian ini, ada warga yang sedang melakukan panen sawit tak jauh dari tempat itu berupaya menolong, orang-orangpun berdatangan dan beruang kabur.

Saat keduanya dibawa menuju Puskesmas Lipat Kain, sang istri Bunai menghembuskan nafas terakhir. Sementara suaminya Saruli yang kondisinya sekarat langsung dibawa rumah sakit di Pekanbaru. Hingga berita ini diturunkan pukul 15.45 WIB Saruli masih mendapatkan perawatan di Pekanbaru

Pasca kejadian puluhan warga kami beramai-ramai memburu beruang ini. "Ada sekitar tujuh puluhan orang lah yang sedang memburu beruang ini bang," ucap Luthfy. (RiauSky)

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...