Rizwan Ilyasin si Pembuat Mata Palsu

Minggu,14 Januari 2018 - 12:31:52 WIB | Di Baca : 1515 Kali

HARIANRIAU.CO - Mata adalah jendela jiwa, namun tak sedikit orang yang kehilangan matanya entah kerena sakit, kecelakaan ataupun bawaan lahir. Salah satunya yang dialami putri Rizwan Ilyasin yaitu Falisha Sarvia Ilyarsi (2), salah seorang warga Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Putrinya kehilangan satu bola mata sejak umur dua bulan karena kanker, dan dokter menyarankan kepada Ilyasin untuk melakukan operasi pengangkatan bola mata putrinya. Usai melakukan operasi Ilyasin berniat membelikan bola mata palsu untuk putrinya di salah satu rumah sakit di Jakarta.

''Saya beli bola mata palsu dari salah satu rumah sakit di Jakarta, tetapi sepertinya kualitasnya kurang bagus karena mata anak saya selalu keluar kotoran, hingga akhirnya saya cari dan beli lagi di tempat lain, tetapi tetap saja mata anak saya masih mengeluarkan kotoran'', ucap Ilyasin saat di wawancara pada Rabu (10/01/2018).

Karena sudah beberapa kali membeli bola mata palsu tetapi putrinya masih mengeluarkan kotoran, akhirnya Ilyasin berniat membuatnya sendiri.

''Saat itu saya hanya belajar dari youtube itupun tidak lengkap informasinya dan saya pernah juga belajar dengan salah seorang pembuat mata palsu (okularis) yang ada di Indonesia tetapi tetap saja sama anak saya masih mengeluarkan kotoran di matanya'', ucap Ilyasin.

Waktu demi waktu dua tahun sudah berjalan Ilyasin terus berusaha untuk membuatkan bola mata palsu untuk anaknya dengan kualitas yang terbaik, tetapi masih belum mendapatkannya. Hingga pada akhirnya di pertengahan tahun 2017 Ilyasin kembali mencari informasi pembuat mata palsu yang ada di negara lain.

''Saya kembali coba mencarinya di negara lain, saya coba kirim email ke beberapa Okularis di beberapa negara di dunia, tetapi tidak ada yang merespon, sampai pada akhirnya ada satu Okularis yang mau membantu saya yaitu Mr John Pacey-Lowrie asal Inggris'' Ucap Ilyasin.

Ilyasin mengungkapkan pada saat itu John bertanya untuk apa belajar membuat bola mata palsu.

''Karena John bertanya untuk apa saya belajar saya jelaskan saja untuk membuatkan anak saya bola mata palsu, karena kualitas di Indonesia tidak ada yang bagus'', ucap Ilyasin.

Hingga pada akhirnya John mau mengajarkan dan datang ke Indonesia untuk mengajarkan Ilyasin.

''Saat itu John datang pada bulan Juni 2017 dan mengajarkan saya selama dua minggu. Karena saya sudah mempunyai dasar yang sudah saya pelajari selama dua tahun sebelum John datang jadi saya bisa lebih cepat untuk menguasai seluruh teknik yang diberikan John kepada saya, hingga saya di berikan sertifikat kelulusan sebagai okularis oleh John di bawah naungan Nottingham Trent University di Inggris'', ujar Ilyasin.

Sejak mendapatkan ilmu dari John kini Ilyasin membuka klinik pembuatan mata palsu dirumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Tiga kali pertemuan

Teknik yang digunakan oleh Ilyasin untuk membuat bola mata palsu ini yaitu dengan tehnik pencetakan, dimana pasien harus datang dan mencetak bagian ruang untuk bola mata.

Lama pengerjaan untuk pembuatan mata palsu itu tiga kali pertemuan dengan pasien atau tiga hari jika pasien datang setiap hari, di pertemuan pertama proses pencetakkan, dipertemuan kedua proses pelukisan iris mata serta pembuatan pembuluh darah yang ada di mata, dan pertemuan terakhir bola mata sudah bisa diberikan kepada pasien. Satu bola mata buatan Ilyasin berharga Rp 7 juta, tetapi untuk pasien yang kurang mampu Ilyasin memberikan secara gratis.

''Saya memberikan gratis bola mata palsu ini untuk yang kurang mampu, ataupun setengah harga tergantung kemampuan si pasien, semua ini saya lakukan untuk membantu saja terutama anak-anak karena kasian saya sudah alami sendiri anak saya seperti apa'', ungkap Ilyasin.

Kini Ilyasin bersama sejumlah rekannya sedang membuat sebuah Gerakan Seribu Mata Palsu (Gestapa). Dimana Ilyasin akan membuatkan seribu mata palsu untuk dibagikan kepada anak-anak umur 0-10 tahun yang ada di seluruh Indonesia dan di berikan secara geratis. 

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, memperlihatkan sertifikat Okularis dari Nottingham Trent University Jerman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, memperlihatkan sertifikat Okularis dari Nottingham Trent University Jerman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Rizwan Ilyasin, seorang Okularis atau pembuat bola mata palsu, saat membuat bola mata palsu di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/01/2018). Bola mata palsu yang berbahan baku akrilik ini diperuntukan untuk penyandang tunanetra yang berfungsi mencegah jatuhnya kelopak mata serta menjaga agar air mata dan kotoran dapat mengalir kesalurannya. Harga satu bola mata mencapai Rp7 juta.. (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

 

sumber: kompas

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...