PEKANBARU - Lanjutan rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-57 di Riau, Kamis (13/7) diisi dengan dua perlombaan, MC dan pembacaan Tri Krama Adhyaksa digelar. Diikuti puluhan peserta, pemenang nantinya bersamaan dengan penyerahan hadiah berbagai pertandingan cabang olahraga yang sudah selesai akan dilaksanakan, Sabtu (15/7).
Perlombaan pembacaan Tri Krama Adhyaksa diikuti oleh para kepala seksi yang ada di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), total ada 10 orang yang berlomba. Sementara itu, lomba MC diikuti oleh anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Riau dari Pekanbaru, Kampar dan Pelalawan.
Demikian dikatakan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau Muspidauan.’’Total dua perlombaan ini diikuti oleh 20 peserta,’’ kata Muspidauan.
Dia menjelaskan, secara umum pertandingan yang digelar dalam rangka Pekan Olahraga Adhyaksa 2017 mayoritas juga sudah selesai. ‘’Pertandingan domino, catur, voli dan tenis lapangan sudah selesai,’’ jelasnya dilansir riaupos.com.
Rangkaian peringatan HBA, selanjutnya kata Kasi Penkum digelar Sabtu (15/7). ‘’Sabtu gerak jalan santai juga penyerahan hadiah dan familly gathering dan lomba anak-anak,’’ singkatnya.
Dilantik, Kajari Kampar diingatkan tingkatkan kinerja penanganan korupsi. Sementara itu, Kamis (14/7) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau digelar pula pelantikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Dwi Antoro SH menggantikan Rosmiati SH. Kepada Dwi, Kajati Riau Uung Abdul Syakur mengingatkan untuk meningkatkan kinerja penanganan korupsi.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan itu digelar di Aula Utama Sasana Dharma Adhyaksa kejati Riau.’’Tidak ada instruksi khusus. Yang penting tingkatkan kinerja. Perkara penting, (penanganan tindak pidana) korupsi dan perkara menyangkut kepentingan umum agar menjadi prioritas penyelesaian,’’ ungkap Uung.
Menanggapi hal itu, Dwi Antoro yang sebelumnya merupakan Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kejati Nusa Tenggara Barat berjanji akan langsung bekerja usai dirinya dilantik. Sebagai langkah awal, dirinya segera mempelajari kondisi terkini di wilayah kerjanya, baik penanganan maupun jumlah perkara. Karena, menurutnya, karakter wilayah kerja Kampar tentunya berbeda dengan di NTB. ‘’Langkah awal kami pelajari dulu kondisi saat ini seperti apa. Sejauh mana kasus yang ditangani, kemudian berapa jumlah perkara di sana. Saya harus pelajari dulu,’’ tuturnya.
Kinerja pejabat Kajari Kampar sebelumnya, sebut Dwi, sudah baik. Hal itu akan diteruskan dan ditingkatkan. ‘’Tinggal nanti, mana yang belum, akan kami pelajari. Penyelesaian kasus akan kami lihat dulu. Saya kan baru dilantik jadi belum tahu kondisinya,’’ singkatnya.