Tower Berdiri di Tengah Pekarangan SD

Selasa, 18 Juli 2017 | 11:42:17 WIB

PEKANBARU - Tower Microcell menjulang tinggi di pekarangan SDN 187 yang berada di Jalan Melati III, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan. Namun disayangkan, keberadaan tower megah yang didirikan itu tanpa sepengetahuan warga setempat. Banyak warga yang menolak keberadaannya namun karena telah berdiri masyarakat di sana hanya bisa pasrah.

“Kami tidak tahu kenapa ini didirikan, dulu kata pendirinya mau dijadikan penerangan. Eh tahu-tahunya tower yang ditegakkan,” kata Tuti salah seorang warga sepertu dilansir Riau Pos, Senin (17/7).

Ia menjelaskan memang yang didirikan itu adalah penerangan. Namun alangkah liciknya kalau yang didirikan itu untuk mengambil keuntungan. Sebab selain menimbulkan radiasi juga tidak dibenarkan aset sekolah dijadikan lahan bisnis. Bukan hanya masyarakat sekitar yang merasa tertipu keberadaan tower itu, bahkan pihak sekolah ternyata juga mengaku tidak tahu.

Kepala SDN 187 Pekanbaru Hj Legiyem Yahman SPd saat dikonfirmasi Riau Pos, Senin (17/7) menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan hibah yang diserahkan masyarakat ke pemerintah. Jadi yang lebih dominan untuk merasa keberatan adalah masyarakat. Ia sebagai kepala sekolah mengaku sangat mendukung program pemerintah untuk kepentingan umum, akan tetapi sangat keberatan jika tower tersebut berada di lingkungan sekolah yang akan berdampak pada radiasi yang mengancam anak-anak didiknya.

“Kalau hujan turun keselamatan kami dan anak anak akan terancam, Kalau itu kepentingan umum intinya kami mendukung, cuman tentang keberadaannya saja, program pemerintah tetap didukung dan tidak mengganggu,” jelasnya.

Ditambahkannya, dari pengakuan kontraktor tower yang bernama Edwin bahwa memang tower ini program pemerintah, akan tetapi lebih detailnya pihak sekolah tidak pernah disampaikan secara resmi oleh pihak kontraktor maupun pemerintah.

“Ya, Kami gak juga tahu, sampai hari ini gak ada suratnya. Saya koordinasi Sarpras jawabannya kita tunggu kelanjutannya, karena ini tanah warga hibah,” jelasnya. Selain itu ia juga mengatakan, pembangunan tower ini memang terkesan mendadak, pihaknya diberitahu ada pembangunan pada tengah malam, 2 hari setelah Idul Fitri lalu.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Mulyadi Anwar juga mengecam adanya tower dalam lingkungan sekolah tersebut. “Ya, apapun alasannya, tower telekomunikasi di lingkungan sekolah tentu sangat tidak layak, maka harus segera dipindahkan,” tegasnya. Terkait hal itu, politisi PKS ini sejak awal akan dibangun dirinya sudah mendapat kabar. Karena kawasan sekolah tersebut berada di Dapil asal Mulyadi yakni Kecamatan Tampan. Anggota Komisi IV yang membidangi pembangunan ini mengaku sangat terkejut adanya tower di lingkungan sekolah, maka dalam waktu dekat pihak DPRD Kota Pekanbaru juga akan mengagendakan untuk tinjau lapangan, kemudian memanggil pihak terkait untuk hearing.

Terkini