INDRAGIRI HILIR - Sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dinikmati selama 72 tahun, Komando Rayon Militer (Koramil) 03/Tempuling Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil beserta Markas dan seluruh satuan TNI di Indonesia akan menggelar Murojaah doa bersama secara serentak pada tanggal 17 Agustus 2017 selama 1 jam (pukul 17.00 s.d 18.00 Waktu setempat).
Danramil 03/Tempuling Kapten Arh Sugiono menjelaskan bahwa doa bersama di seluruh satuan TNI dan tempat ibadah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Koramil 03/Tempuling ini bertujuan agar Indonesia lebih berkasih sayang antar warga masyarakat, lebih berkasih sayang untuk persatuan bangsa, masyarakat dunia dan alam semesta. Berdoa agar agama dan umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu benar-benar menjadi rahmatanlilalamain membawa kebaikan di Indonesia.
Dikatakannya, dalam kegiatan doa bersama pada 17.17.17 nanti juga akan memanjatkan doa bagi para arwah pahlawan yang memiliki keinginan luhur mewujudkan kehidupan kebangsaan yang bebas. Para pahlawan telah mengorbankan jiwa, raga dan hartanya, berjuang merebut, mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Rencana Murojaah dan Doa Bersama di Wilayah Koramil 03/Tempuling untuk Umat Isalam di Kecamatan Kempas akan dilakukan di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Harapan Tani dan Pendopo Kelurahan Kempas Jaya.
"Sedangkan untuk di Kecamatan Tempuling akan dilakukan di Masjid Pondok Pesantren Daarul Rahman Parit 6 Kelurahan Tempuling dan Masjid Baitul Rahman Telok Jira dan untuk umat Kristiani akan dilakukan Gereja GPDI Lorong gereja RT 002/Rw 006 Dusun Indra Jaya," imbuhnya
Doa bersama ini akan dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Bagi yang beragama Islam, akan dipimpin oleh Kyai dan Ulama dengan membaca hafalan ayat-ayat suci Alquran, bagi yang beragama Kristen dipimpin oleh Pendeta, Katolik dipimpin Romo, Hindu dipimpin Pedanda, Budha dipimpin Bhiksu dan bagi yang beragama Konghucu dipimpin oleh Wen Shi.
"Setelah kegiatan doa bersama, selanjutnya berkumpul di ruang terbuka menghadap bendera, untuk mengikuti penurunan bendera sambil menyanyikan lagu "Indonesia Raya"serta doa akhir yang dipimpin para pemuka agama," tandasnya dilansir spiritriau.