Beberapa Kisah Pertarungan Manusia dan Ular Piton yang Pernah Terjadi

Selasa, 03 Oktober 2017 | 15:26:45 WIB

PEKANBARU - Kasus manusia terbunuh oleh ular piton raksasa bukan kali pertama terjadi. Korban pada umumnya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Sebelum penemuan Robert Nababan yang hampir meregang maut setelah digigit oleh taring piton raksasa sepanjang 7 meter yang ditemukannya di arean PT SSK di Sencalang, Batang Gangsal Indragiri Hulu, Sabtu (30/9/2017) malam lalu, kasus serupa juga sempat terjadi pada korban-korban lainnya. 

Yang terdekat tentu saja kasus Wahyu, seorang petani kelapa sawit di Paya Rumbai, Indragiri Hulu yang ditemukan tewas setelah dililit oleh ular piton sepanjang 6,6 meter pada Kamis (19/1/2017) lalu. 

Selain itu juga ada kasus Akbar, petani sawit yang ditemukan tewas di dalam perut ular piton raksasa. 

Untuk lebih jelasnya, berikut ringkasan redaksi riausky terkait konflik yang melibatkan manusia dan ular raksasa.

Wahyu Ditemukan Tergeletak Setelah Dililit Piton 6 meter.

Wahyu, Warga Payarumbai Tewas Dililit

Kondisi Wahyu saat ditemukan tergeletak setelah dililit piton berukuran besar.

Wahyu adalah warga Payarumbai, Indragiri Hulu.  Saat ditemukan warga, Kamis malam, Wahyu sudah dalam keadaan lemas terlilit ular yang memiliki panjang enam meter.

Sejumlah warga yang melihat korban, sempat melarikannya ke Puskesmas Pangkalan Kasai, namun nyawanya tak tertolong.

Setelah mengetahui korban meninggal, malam itu juga warga langsung mencari ular yang diduga telah membunuhnya.

Camat Seberida, Triyatno, mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh orang yang kebetulan melintas.

"Ada warga yang kebetulan melintas di jalan dalam areal perkebunan, dan menemukan sepeda motor korban terparkir," ujar Triyatno, Jumat (20/1/2017).

Ular yang berhasil ditangkap selanjutnya diamankan di rumah warga. 

Merasa ada yang aneh, warga yang menemukan sepeda motor korban mengecek ke dalam kebun dan kaget melihat korban sudah terlilit ular.

Warga yang menjadi saksi mata kejadian itu langsung berupaya mengusir ular yang melilit korban.

Setelah berhasil mengusir sang ular, korban yang sudah lemas itu dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Kasai untuk mendapat perawatan.

Sayangnya, kuatnya lilitan ular membuat nyawa korban tak tertolong.

 

Akbar Ditemukan di Perut Piton 

Mayat Akbar ditemukan sudah tidak bernyawa setelah warga menemukan ular  pityon raksasa di kebun milik korban.

 

Akhir hidup Akbar, 25, sungguh mengenaskan. Warga Dusun Pangerang, Desa Salubiro Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat itu ditemukan tewas ditelan piton.

Petani sawit tersebut sempat hilang selama dua hari, sebelum ditemukan di dalam perut ular sepanjang 7,2 meter yang dibelah warga itu. Sekretaris Desa Salubiro Junaidi menceritakan, Akbar ditemukan pada Senin (27/3/2017) pukul 22.00 Wita.

Dalam dua hari terakhir, rumahnya terkunci rapat. Setelah rumahnya didobrak, dia tidak ditemukan. Warga berinisiatif mencari Akbar ke kebun. Namun, betapa kagetnya warga saat melihat piton dengan perut yang membesar dan tak bisa bergerak di tengah kebun sawit.

Jasad Akbar, warga Desa Salubiro, Kec Karossa, Kab Mamuju Tengah Sulawesi Barat ditemukan warga telah meninggal didalam perut ular pyton setelah dibelah, Selasa (28/3/2017).

Warga pun bersama-sama melumpuhkan piton itu dengan menombak kepala dan ekornya. Saat perut piton tersebut dibelah, kondisi memiriskan terjadi. Akbar ditemukan tertelan bulat-bulat dalam perut reptilia itu. 

 

Zahir Digigit dan Selamat Dibantu Warga

Zahir, seorang pemuda di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali Mandar, terluka usai berjibaku melawan ular piton sepanjang lima meter yang masuk ke pemukiman penduduk 12 Januari 2015 lalu.

Kejadiannya berawal saat ular yang diduga tengah kelaparan itu melintas di perkampungan dan menggigit Zahir yang sedang berjalan kaki.

Zahir pun lalu terlibat pergumulan dengan ular yang diduga tengah kelaparan itu.

Zahir bahkan sempat terlilit ular itu, karena tak mampu mengimbangi kekuatan reptil tersebut.

Beruntung ada Amang, seorang tetangga Zahir, yang melintas di lokasi tersebut dan membantu Zahir. ular piton jenis sanca itu baru melepaskan gigitan di tangan Zahir, setelah Amang menarik-narik ekor ular tersebut.

Menurut Amang, butuh waktu hingga satu jam lebih untuk menjinakkan ular itu.

Setelah itu, sejumlah warga yang kemudian datang dapat menjinakkan ular itu dan dimasukkan ke dalam karung.

“Saya sempat menarik-narik ekornya agar bisa melepaskan gigitannya, beruntung ular ini akhirnya lepas setelah saya tarik,” ujar Amang.

Zahir yang sempat digigit ular tersebut mengalami luka parah di tangan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sementara, ular yang ditangkap itu akan dijual kepada para pencinta binatang dan uangnya akan digunakan untuk biaya pengobatan Zahir.

 

Mardian dan Piton Sama-sama Tewas

Tubuh Mardian dan ular yang dibunuhnya sama-sama tergeletak tak bernyawa.

Kasus Mardian (38), warga Dusun Basun Desa Sinar Surya Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat (Babar) juga mengejutkan. 

Awalnya, Mardian diduga tewas karena dililit ular sanca. Namun setelah pemeriksaan lebih dalam pada fisik korban maupun bangkai ular yang mati di sebelah korban. Polisi dan tim medis berubah dugaan, bahwa korban tewas karena terkena patukan ular, persis di bola mata kanan dan belakang telinga kanan.

Kisah pertarungan Mardian (38) dengan ular sanca sepanjang 3,30 meter di Sungai II Kotawaringin Puding Besar masih menjadi bahan pergunjingan warga Bangka. Rasa penasaran masih menyelimuti sejumlah masyarakat, terlebih Mardian dan Ular Sanca itu akhirnya sama-sama mati

Pergulatan dua makhluk berbeda wujud berlangsung di kebun sawit Dusun Sungai Dua Desa Kotawaringin Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka-Belitung (Babel), Selasa (12/5/2015).

"Adapun ular tersebut sudah dalam keadaan mati, karena terjerat tali perangkap yang dibuat oleh korban (Almarhum Mardian)," kata Kapolres Bangka AKBP Sekar Maulana diwakili Kapolsek Puding Besar, AKP Junaidi, Selasa (12/5/2015).

Sementara Mardian, setelah proses otopsi diketahui mengalami luka cukup parah pada bagian matanya diduga dipatuk oleh ular juga pada bagian belakang telinga.

 

Cerita Jayusman Bergelut Melawan Lilitan Ular Piton

Ular piton sepanjang 2,5 meter ditemukan di atap rumah warga di Semarang, Jawa Tengah. Ular itu menggigit si pawang, Jayusman, dua kali saat hendak dimasukkan ke karung.

Ular piton itu tepatnya ditemukan di salah satu kamar milik seorang warga di Puspowarno Tengah II gang 8 Semarang. Sesampainya di rumah warga tersebut, ia segera mengambil kursi dan pisau untuk menakut-nakuti ular agar jatuh ke lantai.

Begitu ular sampai ke lantai, Jayusman segera menangkap hewan melata itu. Tapi ternyata usahanya tidak mudah, ia sempat mendapat gigitan dua kali di tangan.

"Saya juga dililit kuat di bagian kaki. Banyak orang di sana tapi takut semua, jadi saya sendirian," ujar Jayusman pada 2012 lalu. Setelah berusaha dengan susah payah, akhirnya Jayusman berhasil memasukkan ular tersebut ke sebuah karung dan membawanya pulang.

"Digigit dua kali dan dililit. Prosesnya sekitar 15 menit soalnya berontak terus. Untung saya pernah berguru ke Pak Sutono salah satu pawang ular di Jateng," terangnya.

 

'The Power of Mbah Saimin', Digigit Ular Justru Si Ular Mati

Cerita unik terjadi di Banyuwangi, Jaawa Timur. Mbah Saimin diserang dan digigit oleh ular berbisa. Namun ajaibnya, justru ular tersebut yang mati. 'Kesaktian' Mbah Saimin melawan ular itu menjadi perbincangan masyarakat. 

"Serius ini, ularnya justru yang mati," kata Samidi (60), salah warga setempat sekaligus pemilik lahan yang ditempati Saimin Jumat (29/4/2011).

Samidi mengaku tidak tahu kenapa hewan berbisa itu mati setelah menggigit Mbah Samin. "Digigit anjing liar juga tidak apa-apa. Tuhan memang maha adil," ujarnya.

 

Hebatnya Busro Lawan dan Tangkap 3 Piton 

Busro Ilham adalah pedagang kaki lima di Tuban, Jawa Timur. Dia juga dikenal sebagai 'pemimpin' dalam operasi perburuan ular yang memangsa hewan ternak di wilayahnya. 

"Sudah biasa sejak kecil mainnya sama ular. Karenanya sering dimintai bantuan orang menangkap ular," ujarnya di ruang tamu rumahnya. 

Hingga warga dihebohkan dengan kemunculan 3 piton. Busro dengan berani menangkap 3 piton itu dan tak ada satupun yang dibunuhnya. "Saya buang jauh-jauh gitu aja, nggak pernah saya membunuhnya," imbuhnya.

Busro mengklaim dirinya kebal racun atau bisa ular apapun. Bahkan, tak jarang warga yang terkena gigitan ular berbisa datang kepadanya untuk diobati. Busro pun kemudian mengobatinya dengan cara menghisap racun ular dari tubuh pasien yang digigitnya.

"Pernah ada yang digigit ular berbisa, terus saya obati dengan saya hisap racunnya. Mungkin ini turunan dari kakek," katanya.

 

Sumber: Riausky | Detik

Terkini