HARIANRIAU.CO - Nenek 62 tahun itu, Tiuria Br Manurung, warga Jalan Gaharu, Medan, itu tewas mengenaskan di tangan pacar ‘brondongnya’, JS alias Jhonson (43).
Pelaku yang merupakan sopir angkot itu ditangkap petugas Polsek Medan Timur di tempat persembunyiannya, Jalan Flamboyan, Simpang Pemda, Tanjung Sari, Medan, Senin (29/1/2018).
“Motifnya pelaku mengaku kesal karena uangnya dicuri korban,” kata Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Pasaribu, Selasa (30/1/2018).
Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam yang digunakannya untuk menghabisi korban. “Pelaku mengaku telah setahun lebih menjalin asmara dengan korban,” terangnya.
Awalnya pelakun pembunuhan tersebut tak diketahui saat korban ditemukan tewas bersimbah darah. Namun setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya keterangan saksi dan bukti-bukti mengarah kepada sang pacar.
Dijelaskan Kapolsek, sebelum terjadi pembunuhan tersebut, korban dan tersangka yang terpaut usia 19 tahun itu sempat cekcok mulut. Karena emosi, pelaku mengambil senjata tajam dan menikam korban dengan sadis. “Pelaku berhasil ditangkap dalam tempo 18 jam setelah kejadian,” imbuh Kompol Wilson.
Selama ini pelaku dan korban tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan. Hubungan keduanya mulai retak beberapa bulan terakhir, setelah pelaku mengaku sering kehilangan uang.
Ia langsung menuduh korban, namun korban membantahnya. Sehing memicu pertengkaran yang berakhir dengan pembunuhan sadis.
Sementara pelaku JS mengaku, awalnya ia tak ada niat membunuh korban, hanya mengancam saja karena korban tak mengaku telah mencuri uangnya.
Namun karena kata-kata korban, pelaku mengaku tersinggung dan langsung menikamkan pisau yang ada di tangannya ke tubuh korban.
“Kami memang tinggal bersama, sekamar dan serumah. Dia bukan istri, masih pacar aja,” akunya seperti dilaporkan medansatu.
“Kami cekcok karena uangku diambilnya. Dibukanya koperku, diambilnya Rp 1 juta, ditinggalnya Rp 300 ribu. Karena dia gak mau ngaku. Aku takut-takuti aja,
“Cuma kita berdua di kamar ini. Kakak ngaku ajalah,” kata korban mengulang perkataanya sebelum pembunuhan terjadi.
Sebelumnya korban ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Gaharu, Medan, pada Minggu (28/1/2018) sekira pukul 14.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban dalam kondisi bersimbah darah di ruang tengah rumahnya. Polisi menemukan sejumlah luka tusukan benda tajam di tubuhnya.