Pengawasan LPG Perlu Ketegasan

Kamis, 13 September 2018 | 12:59:30 WIB
Ilustrasi/Int

HARIANRIAU.CO - Wakil Ketua Komisi II DPRD Riau yang membidangi masalah perekonomian, Karmila Sari sangat heran dan gusar dengan kejadian kelangkaan gas LPG 3 Kg.  Kejadian ini sudah berkali-kali seperti tidak adanya solusi dan upaya dari pihak terkait.

"Ini sudah kejadian berkali-kali dan terus berulang-ulang.  Makanya yang harus dievaluasi itu adalah tingkat paling bawah mulai di agen hingga pangkalanya terutama dalam mendistribusikannya apakah sudah sesuai ketentuan," sebutnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/09).

Disampaikan juga oleh politisi Golkar ini, pihak terkait sepeeti Pertamina dan Dinas Perdagan harus tegas.  Lakukan tindakan terhadap Agen atau pangkalan yang nakal.  "Harus ada efek jera yang dilakukan.  Lakulan pencabutan izin terhadap yang nakal," sebutnya sembari mengatakan kalau tidak ada ketegasan dari pihak terkait, masalah langka ini tidak akan pernah tuntas.

Dari pantauan di lapangan, ibu-ibu rumah tangga keluhkan tidak adanya LPG 3 Kg di Pangkalan.  Karena kebutuhan akan LPG sangat mendesak, terpaksa beli gas di kedai atau warung-warung yang ada.  Harganya jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah.  HET Rp 18 ribu per tabung 3 Kg dibeli dengan harga jual antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu. (mcr)

Terkini