Angkutan Udara Miliki Andil Besar Terhadap Inflasi Riau 0,49 Persen Pada November 2018

Senin, 03 Desember 2018 | 18:43:27 WIB

HARIANRIAU.CO - Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Kota Pekanbaru, Dumai dan Tembilahan, pada November 2018 di Riau terjadi inflasi sebesar 0,49 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 135,72 pada Oktober 2018 menjadi 136,38 pada November 2018. Tingkat Inflasi Tahun Kalender sebesar 2,21 persen, dan tingkat Inflasi Tahun ke Tahun / Year on Year sebesar 2,72 persen.

Menurut Kepala BPS Riau Ir Aden Gultom, Inflasi gabungan 3 kota di Riau pada bulan November 2018 sebesar 0,49 persen terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen pada enam kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen dengan andil sebesar 0,25 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0,82 persen dengan andil sebesar 0,04 persen.

Berikutnya kelompok transpor, komunikasi dan jasa komunikasi sebesar 0,79 persen dengan andil sebesar 0,13 persen, kelompok sandang sebesar 0,16 persen dengan andil sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen dengan andil sebesar 0,03 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen dengan andil sebesar 0,02 persen dimana komoditas utama yang mengalami inflasi dan memberikan andil terbesar adalah angkutan udara, bawang merah, beras, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, bayam. 

"Sedangkan satu kelompok mengalami deflasi, yaitu kelompok pendidikan, rekreasi, dan 
olahraga sebesar 0,02 persen dengan andil deflasi sebesar 0,001 persen," jelas Aden kepada media, Senin (3/12/2018).

Aden menyebut, komoditas yang memberikan andil terjadinya inflasi di Riau antara lain angkutan udara, bawang merah, beras, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, bayam, tarif rumah sakit, telur ayam ras, udang basah dan 
lain-lain. 

"Sementara itu komoditas yang memberi andil deflasi antara lain cabai merah, daging sapi, minyak goreng, buah anggur, ayam hidup, cabai rawit, dan lain-lain," sebutnya

Ditambahkan, dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 17 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 0,92 persen, diikuti oleh Bukittinggi 0,83 persen, dan Tembilahan 0,80 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,08 persen. 

"Deflasi terjadi di 6 kota, yang tertinggi terjadi di kota Medan dengan deflasi sebesar 0,64 persen," pungkasnya. (MCR)

Terkini