Menristekdikti: Suatu saat Dunia Industri Hanya akan Memandang Soft Skill Pencari Kerja

Kamis, 31 Januari 2019 | 09:15:27 WIB

HARIANRIAU.CO - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir Phd Ak menyebut ada saatnya nanti perusahaan atau industri penerima pekerja, tidak lagi memandang si pelamar tamatan apa, namun yang dilihat adalah memiliki soft skill atau tidak.

Hal itu disampaikan Menristekdikti di kampus Bina Waidya Universitas Riau (Unri) Panam, Pekanbaru Selasa (29/1/2019). "Suatu saat ijazah tidak akan dipandang lagi oleh para pelaku industri, karena memang yang mereka butuhkana dalah skill si pencari kerja, jika sesuai dengan kebutuhan, maka industri akan menerimanya," kata Nasir yang saat itu hadir di Unri dalam agenda peresmian Program Studi (Prodi) D 3 Teknologi Pulp dan Kertas Fakultas Teknik Unri.

Dengan perkembangan zaman, Kata Menristekdikti, di butuhkan tenaga kerja yang berkopeten dan ini masih kurang dan perlu dikawal bersama-sama untuk meningkatkannya untuk kebutuhan dan kemajuan kedepan. “Menghadapi era revolusi industri 4.0, peran pendidikan tinggi menjadi sangat penting, terutama dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, pendidikan tinggi yang berbasis riset harus mendorong semakin terbukanya pengetahuan yang mampu meningkatkan kesejahteraan manusia,” terang Menteri.

Menurutnya, kehadiran Era Revolusi Industri 4.0 telah mengubah paradigma masyarakat dunia hari ini, tuntutan untuk semakin meningkatkan inovasi disegala bidang terus menguat. Berbagai teknologi untuk menggantikan peran manusia di bidang industri semakin bermunculan. Hal itu menurut Menristekdikti memunculkan tantangan agar manusia zaman kini harus bisa terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

“Di satu sisi, revolusi ini telah mengubah ciri dan cara lama dalam banyak aspek kehidupan. Di sisi lain, revolusi ini menjadi tantangan yang harus dijawab oleh pendidikan tinggi. Kekuatan pendidikan tinggi terdapat pada riset. Tuntutan riset yang dikeluarkan oleh pendidikan tinggi harus mendapat pengakuan internasional.untuk menjaga marwah pendidikan tinggi di Indonesia agar senantiasa terjaga kualitas dan integritasnya. Pendidikan itu tidak semata-mata meraih gelar, tetapi ada yang harus dicari ilmunya, harus ilmu yang aplikatif dan bisa dipertanggungjawabkan dan bermanfaat,” pungkasnya. (MCR)

Terkini