HARIANRIAU.CO - Ditengah kondisi tantangan besar dari penurunan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penerimaan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi Riau terus mencarikan strategi positif. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah itu menjadi perhatian, karena BUMD juga memiliki potensi untuk dapat mendukung penerimaan daerah. Hal tersebut tentunya dengan menggali potensi core bisnis secara optimal.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setdaprov Riau Darusman. Menurutnya, pihaknya secara marathon sedang melakukan RUPS untuk beberapa BUMD yang beroperasi di bawah naungan Pemerintah Provinsi Riau.
“Proses RUPS memang secara rutin terus dilakukan. Seperti kita baru saja menggelar RUPS SPR yang dipimpin dan dihadirii Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi,” paparnya, Senin (24/6/2019).
Dalam kegiatan yang menjadi ajang evaluasi dan proyeksi itu, Pemprov Riau selaku pemegang saham menekankan pengembangan usaha bisnis to bisnis. Sehingga diharapkan kedepannya BUMD dapat memberikan kontribusi terhadap daerah.
Poin lainnya adalah membahas soal deviden, yang diharapkan ke depan ada peningkatan dari hasil usaha PT SPR. Upaya mengoptimalkan potensk deviden itu juga ditekankan ke BUMD lainnya seperi Bank Riau Kepri, RIC, Jamkrida, Riau Petroleum dan unit usaha daerah lainnya. (MCR)