HARIANRIAU.CO - Paragdigma orang tua yang berharap anaknya menjadi seorang Pegawai negeri Sipil (PNS) begitu menyelesaikan studi dibangku kuliah adalah sesuatu yang harus dihilangkan, karena yang lebih penting adalah bagaimana sang anak bisa membuka peluang kerja bagi orang lain, daripada terus bergantung pada orang lain.
Hal itu disampaikan Gubernur Riau (Gubri), Drs H Syamsuar MSi dalam sambutannya, yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau, Dra Arbaini MT, saat menghadiri Rapat Senat Terbuka, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dalam rangka Wisuda XVI program Sarjana dan Diploma III, Sabtu (29/6/2019).
"Sangat perlu menumbuhkan jiwa wirausaha kepada mahasiswa saat di bangku kuliah. Hal itu diberikan tidak hanya untuk mahasiswa pada jurusan atau di Fakultas Ekonomi, melainkan untuk semua jurusan. Karena mereka akan bisa mengembangkan bakat menjadi seorang pengusaha, menyesuaikan dengan jurusan yang dipilih," kata Arbaini.
Karena itul;ah menurutnya Pemerintah Provinsi Riau sangat mengapresiasi kampus-kampus yang ada di Riau, yang saat ini tengah giat-giatnya melaksanakan program entrepreneurship, salah satunya seperti yang dilakukan UIR.
"Karena memang di era saat ini yang dituntut adalah menciptakan lapangan kerja, jangan lagi berpikir harus jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS setelah selesai kuliah. Pandangan ini harus dirubah oleh para orang tua," tegasnya.
Karena itulah, Pemprov Riau sangat bangga dengan UMRI yang telah berkomitmen melahirkan sarjana-sarjana yang mandiri, yang tidak selalu berpikiran ingin menjadi PNS setelah menyelesaikan kuliahnya.
"Kita bangga dengan UMRI yang punya komitmen melahirkan sarjana-sarjana mandiri. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung bagaimana nantinya alumni UIR bisa menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.
"Selamat kepada para wisudawan, sekali lagi jangan hanya berharap bekerja menjadi PNS atau lainnya, yang paling hebat itu adalah saudara-saudara mampu menciptakan lapangan kerja, mulai lah dengan usaha kecil,"sambungnya mengakhiri.(MCR)