HARIANRIAU.CO - Ketua umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Riau Tarmizi Natar Nasution secara resmi membuka seleksi untuk menghadapi babak kualifikasi Pra PON Agustus 2019 mendatang di Venue Outdoor Kampus Universitas Islam Riau, Kamis (11/7).
Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Umum KONI Riau Deni Ermanto serta pengurus FOPI Riau lainnya, Ketua Umum Pengurus Cabang Kabupaten/Kota se-Riau dan juga Wakil Rektor III Universitas Islam Riau (UIR) Rosyadi.
Wakil Rektor III Universitas Islam Riau (UIR), Rosyadi mengucapkan terima kasihnya kepada KONI Riau dan Ketua FOPI Riau, karena sudah mempercayakan pihaknya sebagai tuan rumah tempat penyelenggara seleksi Pra PON cabang petanque.
"Harapannya bisa memberikan warna baru untuk prestasi di ajang Nasional maupun Internasional," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebagai bentuk keseriusan pihaknya terhadap cabor ini adalah dengan dibentuknya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Petanque UIR. Selain itu pada Maret 2019 yang lalu, pihaknya mengirimkan sebanyak 10 atlet 2 pelatih dan 1 manager pada ajang Kejurnas yang diikuti 72 Universitas yang ada di Indonesia di Kampus UNJ.
"Kami juga sudah memfasilatasi sekretariat serta lahan yang nantinya akan dibangun venue bertaraf Internasional di UIR,” pungkas Rosyadi.
Pada pidatonya sebelum pembukaan kegiatan seleksi Pra PON dilakukan, bang ucok sapaan akrab Ketua umum FOPI Riau Tarmizi Natar Nasution, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak UIR yang telah memberikan venue yang sangat layak untuk melakukan seleksi.
“Saya merasa terharu atas perhatian dan penghargaan yang diberikan Kampus UIR terhadap petanque. Memang, kampus UIR ini adalah cikal bakal terbentuknya kami sebagai pengurusan FOPI Riau dan sampai dilantikpun kami diberikan ruangan megah," tuturnya.
Beliau juga mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada KONI Riau yang telah mempercayai pihaknya untuk bisa ikut di babak kualifikasi Pra PON Agustus 2019.
“Terima kasih bapak Ketum KONI Riau atas kepercayaannya yang diberikan kepada kami. Insyaallah kami akan berikan yang terbaik untuk Riau," tambahnya.
Selanjutnya bang ucok menyampaikan bahwa hal ini merupakan sejarah baru di Riau, karena untuk pertama kalinya cabang olahraga petanque dilakukan seleksi. Adapun seleksi ini merupakan seleksi terbuka yang dilakukan selama tiga hari mulai tanggal 11-13 Juli 2019.
"Semua Pengcab alhamdulillah mengutuskan atlet2 terbaikknya untuk mengikuti seleksi ini. Diantaranya Kota Pekanbaru, Kuansing, Dumai, Bengkalis, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir yang berjumlah 35 atlet putra-putri," terangnya.
Beliau kemudian berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti seleksi untuk menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Karena untuk lolos di PON XX Tahun 2020 di Papua nanti, paling tidak harus finish di posisi yang aman. Karena kuota cabor petanque untuk PON hanya 8 Provinsi.
"Artinya kita harus berjuang diantara 27 provinsi yang akan tampil pada babak kualifikasi tersebut,” ungkapnya.
Meski demikian, Bang Ucok sangat optimis pihaknya dapat lolos di babak kualifikasi Agustus ini, serta mengibarkan bendera petanque Riau pada PON 2020 ditanah Papua.
Ditempat terpisah, Bang Ucok juga menyinggung masalah POMNas September 2019, dimana cabang olaharaga Petanque juga dipertandingkan dengan merebutkan 7 medali emas.
Ia berharap kepada pemerintah, BAPOMI Riau serta pihak universitas agar selalu memberikan support dalam hal memajukan olaraga petanque di tingkat Nasional maupun Internasional karena olahraga petanque ini sangat banyak peluang untuk mendapatkan medali.
Selain itu nomor yang dipertandingkan dalam olahraga ini berjumlah 11 nomor yang terdiri dari Shooting Man/Women, single Man/women, double Man/Women, double Mix 1 men 1 women, triple man/women, triple Mix One Man Two Women, Triple Mix One Women Two Man.
"Terkait dengan hasil seleksi yang dilakukan oleh Panitia, pelatih dan juga Arbite. Akan kita umumkan hasilnya selesai seleksi ini dilaksanakan. Semoga nantinya terpilih atlet2 terbaik untuk meloloskan Riau ke ajang PON Papua 2020 memdatang," tutupnya. (MCR)