Diskes Pekanbaru Ragukan Bayi Meninggal Akibat Terpapar Asap

Kamis, 19 September 2019 | 17:04:47 WIB
Suasana duka menyelimuti kediaman Evar Zendrato dan Lasmayani Zega setelah bayi semata semata wayang pasangan suami isteri itu meninggal dunia diduga

HARIANRIAU.CO - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru secara resmi menyatakan, penyebab meninggalnya bayi berusia tiga hari yang berasal dari pasangan Evan Zebdrato dan Yani karena penyumbatan saluran nafas atau Aspirasi, dan diragukan karena kabut asap.

"Kalau merujuk dari kronologis riwayat bayi sebelum meninggal, tidak ada berhubungan dengan Infeksi SaluranPernapasan Akut," kata Kepala Bidang Yankes Dinkes Pekanbaru, Dr Dian kepada ANTARA di Pekanbaru, Kamis.

Dr Dian menjelaskan Diskes sudah mengumpulkan data tentang bayi laki-laki yang meninggal Rabu (18/9) tersebut. Adapun riwayat anak pertama dari pasangan Evan Zebdrato dan Yani, warga Jalan Lintas Timur KM 19, RT 02, RW 04, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, selama kehamilan tidak pernah memeriksakan kandungannya ke AMC atau pemeriksaan ibu hamil ke Puskesmas.

"Selama kehamilan ia memeriksakan kandungannya ke bidan swasta," ujarnya.

Menurut Dr Dian bayi laki-laki itu lahir dengan berat badan 2800 grm normal, dalam keadaan sehat Senin (16/9) Ditolong oleh Bidan Praktek Mandiri (BPM) bernama Kristin.

Namun pada usia bayi 24 jam, yakni Selasa (17/9) orangtua menelepon bidan Kristin karena anaknya demam tinggi.

"Saat bayi berusia 24 jam Rabu (17/9) alami demam tinggi, 39,5 derajad celcius. Lalu bidan yang menolong kelahiran datang untuk memberikan terapi obat penurun panas," ujar Dian menceritakan.

Tidak sampai disitu, ke esokan harinya Rabu (18/9) pukul 19.00 WIB, keluarga bayi kembali menelepon bidan dan melaporkan tiba-tiba bayi muntah dan mengeluarkan cairan dari hidungnya serta membiru. Mereka minta bayi dirujuk ke Rumah Sakit. Malang tidak dapat di tolak, dalam perjalanan bayi sudah kehilangan nyawanya

"Dari analisa riwayatnya, kemungkinan ini kalau bahasa kedokterannya akibat aspirasi ataupun penyumbatan saluran nafas," tegasnya.

Menurut dia lagi penyumbatan ini bisa saja karena tersedak air susu bantu formula yang diberikan sang ibu. Karena sejak bayi itu lahir tidak menerima Air Susu Ibu (ASI).

"Bisa tersedak," imbuhnya.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Muhammad Amin membenarkan bahwa ada bayi, warga yang bermukim di wilayah Pekanbaru yang meninggal. Keluarga itu tidak bisa dipastikan apakah warga Pekanbaru atau tidak karena belum diketahui apakah memiliki identitas Pekanbaru.

Amin menyayangkan kalau memang warga Pekanbaru, harusnya mereka bisa dilayani dengan baik di Puskesmas terdekat jika ada keluhan. Sehingga saat ada riwayat awal bisa segera dibantu rujukan dengan cepat ke Rumah Sakit terdekat.

"Makanya kita imbau masyarakat manfaatkan layanan kesehatan di semua Puskesmas, terbuka dan gratis, jika miskin dan membutuhkan rujukan bisa kita bantu lewat KIS," pungkasnya.

Sebelumnya viral diberitakan seorang bayi laki-laki berusia tiga hari, yang berasal dari pasangan Evan Zebdrato dan Yani, warga Jalan Lintas Timur KM 19, RT 02, RW 04, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, meninggal karena menderita ISPA akibat kabut asap yang menyelimuti ibu kota Provinsi Riau itu, hingga level tidak sehat.


sumber: riau.antaranews.com

Terkini