HARIANRIAU.CO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII), bersinergi dalam memajukan budaya melayu di Provinsi Riau.
Sinergitas ini terjalin usai pertemuan antara pengurus PII dan Pemprov Riau yang diwakili oleh Wakil Gubernur (Wagub) Riau Edy Natar Nasution dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zen, di Ruang Rapat Wagub, Kantor Gubernur Riau.
Edy Natar Nasution menilai, saat ini banyak pelajar Riau yang tidak menghargai budayanya bahkan sampai mengagungkan budaya dan bahasa asing.
"Boleh saja kita menguasai bahasa asing, tapi budaya kita jangan dilupakan. Banyak pelajar yang keluar negeri, ketika kembali ke asal lupa dengan Kebudayaan sendiri," ucapnya, Rabu (23/10).
Untuk itu, Wagub Riau berharap adanya PII ini mampu memberikan pemahaman kepada pelajar di seluruh Riau untuk mencintai dan menjunjung tinggi budaya melayu serta menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa formal di sekolah.
"Bahasa melayu tetap menjadi budaya yang melekat dalam diri serta menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang dipakai di sekolah," terangnya.
Selanjutnya, Sekretaris Umum PII Genta Fajar menyebutkan, untuk mendukung visi misi Pemprov Riau dalam memajukan budaya melayu, pihaknya bersedia untuk membuat forum atau kegiatan terkait budaya melayu bagi pelajar se Provinsi Riau yang fokus pada nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan.
"Semoga program kerja yang sinergitas ini dapat segera terwujud," sebut Genta.
Ketua Umum PII Aqib Sofwandi menambahkan, PII butuh dukungan dari Pemprov dalam segala kegiatannya demi melestarikan budaya melayu.
Ia menambahkan, anggotanya juga siap untuk melakukan pengawalan terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ranah pelajar maupun mahasiswa, terkhusus bagi sekolah-sekolah di Riau.
"Kita diminta Pemprov untuk mengawal pelajar dalam menggunakan bahasa Indonesia," kata Aqib.
sumber: mediacenter.riau.go.id/Gil