Kesadaran Masyarakat Jadi Kendala Pengembangan Kerajinan Khas Inhil

Senin, 29 Agustus 2016 | 14:48:48 WIB
Ahmad Hidayat

HARIANRIAU.CO, INDRAGIRI HILIR - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) fokus mengembangkan kerajinan lokal seperti anyaman pandan, tenun songket dan batik Indragiri Hilir. Serta beberapa karya para pengrajin lokal ini pernah diikutsertakan pada event-event tingkat Provinsi dan Nasional.

“Beberapa waktu yang lalu, hasil karya pengrajin lokal, seperti anyaman pandan, tenun songket, dan batik Indragiri Hilir diikutsertakan dalam MTQ di Kabupaten Siak untuk tingkat Provinsi Riau,” kata Kepala Bidang (Kabid) Industri Disperindag Indragiri Hilir, Ahmad Hidayat.

Kendati begitu, dikatakan Hidayat, masih ada kendala yang dirasa masih menjadi faktor penghambat pengembangan kerajinan khas Indragiri Hilir.

“Yang menjadi penghambat dalam pengembangan kerajinan khas Indragiri Hilir ini adalah kesadaran masyarakat lokal dalam hal pemakaian dan akses bahan baku yang cukup jauh,” tegasnya.

“Komoditas kerajinan lokal ini, mayoritas hanya dipakai oleh para pegawai Satker (Satuan Kerja) Pemda Indragiri Hilir saja. Sedangkan songket dan batik Indragiri Hilir cuma dijadikan cinderamata untuk tamu undangan Bupati,” tambahnya.

Untuk akses bahan baku produksi, Hidayat berharap, agar bisa diperoleh di daerah-daerah yang jarak jangkauannya tidak begitu jauh.

“Harapan kami untuk bahan baku produksi, seperti benang bisa diperoleh di Pekanbaru. Sehingga, para pengrajin dapat menekan cost produksi, yang kemudian menekan harga jual menjadi lebih kompetitif,” katanya.

Terkini