Konflik dengan Harimau, BKSDA Riau Dipinta Turun Tangan

Selasa, 10 Desember 2019 | 18:21:18 WIB
Ilustrasi/Int

HARIANRIAU.CO – Masyarakat sangat resah dengan keberadaan si kucing belang alias harimau sumatra yang hingga saat ini masih berkeliaran di beberapa daerah Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Binatang dengan bahasa latin tigris sumatrae sudah merenggut nyawa manusia sebanyak tiga orang sepanjang tahun 2019 ini.

Oleh karena itu, Camat Pelangiran, Abdul Pani meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk turun tangan menyelesaikan konflik antara sibelang dan harimau. Mantan sekretaris Camat Gaung Anak Serka ini, pihaknya telah melayangkan surat kepada BKSDA Riau.

"Kami sudah layangkan surat ke BKSD Provinsi Riau, namun sampai saat ini BKSDA belum ada perintah penanganan dari atasannya," ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Ia sangat berharap kepada BKSDA Riau untuk turun ke Pelangiran khususnya di Desa Sungai Danau, mencari jalan terbaik bagi masyarakat dan sibelang.

“Kami disini juga tidak ingin berburusan dengan hukum, jadi tolong BKSD turun ke Pelangiran selesaikan persoalan ini,” tuturnya.
Dia juga mengatakan, akibat konflik ini sekolah di Desa Danau sempat diliburkan.

"Sekolah sempat dulu diliburkan karena Harimau itu sudah masuk perkampungan, bukan hanya sekolah, pegawai sebuah PT yang berdekatan dengan Desa Danau ada yang berhenti bekerja karena takut," ungkap Camat Pelangiran.

 

Ragil Hadiwibowo
 

Terkini