Hubung Balik Ikatan Sejarah, SMRS Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional

Jumat, 14 Oktober 2016 | 22:05:40 WIB
Tn. Hj. Mohd Noor Azam Bin Dato' Osman

HARIANRIAU.CO, LINGGA - Dalam kunjungan silaturahmi jalinan mufakat yang terdiri dari ahli-ahli sejarah Kota Tinggi, Negeri Johor, Malaysia ke Kabupaten Lingga menilai bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) yang merupakan Sultan kerajaan Johor-Pahang-Riau-Lingga layak menjadi pahlawan nasional.

Tn. Hj. Mohd Noor Azam Bin Dato' Osman selaku Pegawai Daerah Kota Tinggi sekaligus ketua rombongan tersebut mengatakan sejarah negeri Johor waktu dulu berkait rapat dengan Lingga. Bahkan, ia mengaku selaku pegawai daerah Kota tinggi yang merupakan daerah pelancongan bersejarah, tidak datang ke Lingga serasa bagaikan tidak cukup.

"Tak datang ke Lingge ini macam tak cukup. Dari segi nak memahami asal usul dari pade sejarah antare Johor-Riau dan Lingga. Jadi kalau kite lihat memang sejarahnye begitu jauh, daripade tahun 1528 bawaklah ke zaman Lingge serte ke zaman kesultanan yang ada sekarang di Joho ini," ungkapnya dalam logat kental Melayu, Jum'at (14/10) sebelum melakukan ziarah makam Suktan Mahmud di belakang Masjid Sultan Lingga.

Dikatakannya, tidak salah jika Lingga ingin menjadikan Sultan Mahmud sebagai pahlawan nasional. Pasalanya usaha-usaha nya dalam menentang penjajah waktu lampau meruapakan sebuah usaha kepahlawanan.

"Ape-ape usehe menentang penjajah itu merupekan suatu usehe mempertahankan bangse. Siape yang menjadi tokoh mempertahankan bangse itu adalah pahlawan. Jadi bagi saye tak salah lah kalau nak jadikan nak angkat die jadi pahlawan. Usehe menentang penjajah itu adelah usehe kepahlawanan," terangnya.

Sementara itu, ditempat sama Tn.Hj. Amad Bahri Bin Mardi yang merupakan Pengetua SMK Tanjung Pengelih merangkap Bendahari Majlis Pengetua Kota Tinggi sekaligus merupakah pakar sejarah Kota Tinggi juga mengatakan hal serupa. Jelasnya, Sultan Mahmud tersebut adalah keturunannya bermula di Kota Tinggi.

"Jadi, kite datang ni kate orang untuk menghubungkan balik ikatan sejarah di Kota Tinggi dan bumi Daik Lingge lah tujuan utame kite. Selain kite lihat sejarah, kite nak lihat persamaan budaye. Kita melayu kan, disini kita tertarik dengan sematan Bunda Tanah Melayu itu. Jadi kite nak cari persamean kite, mungkin dari segi tarian, budaye kita," imbuhnya.

Ia mengaku sejuah ini telah dua kali mengunjungi Bumi Bunda Tanah Melayu ini. Sehingga, ia telah dapat melihat amalan budaya melayu di Lingga. Dengan demikian, kedatangan yang kedua ini dengan jumlah sebanyak 33 peserta, ia berharap rekannya dapat melihat langsung Negeri yang pernah berjaya tersebut.

"Sultan mhmud itu saye kire, ade sekitar 58 tahun, saye bace sejarah sejak die menjadi sultan sampailah die mangkat berterusan dengan raja-raja Bugis di sini kan melayu bersatu mempertahankan kerajaan Joho sampai akhirnya disini. Kite layak angkat die, kalau kerajaan Indonesia nak angkat die kite sokong," tutupnya.

 

 

 

Ruzi Wiranata

Terkini