Kekurangnya Penyuluh Faktor Menurunnya Produksi Kelapa di Inhil

Sabtu, 25 Maret 2017 | 18:43:06 WIB
Ilustrasi

PEKANBARU - Kurangnya penyuluh di Tembilahan jadi faktor menurunnya produksi kelapa dari perkebunan kelapa milik petani di Indragiri Hilir (Inhil).

Ketua Persatuan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), Muhaimin Tello, Rabu (22/3/2017) mengatakan jumlah petani kelapa di Inhil sebanyak 80 persen dari total warga kabupaten.

Dari petani yang sebanyak itu hampir keseluruhan tidak memiliki ilmu dan pengetahuan tentang pengelolaan kebun kelapa yang baik agar lebih produktif.

Peranan penyuluh sangat penting dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kelapa.

Ia mengatakan saat ini dari total lahan perkebunan kelapa seluas 400 ribu hektare, 100 ribu hektare diantaranya saat ini sangat membutuhkan peremajaan.

Ancaman erosi lahan pertanian kelapa juga jadi penyebab produksi dan lahan pertanian kelapa semakin menurun tiap tahunnya.

"Petani kelapa dalam hal pendistribusian hasil perkebunan memanfaatkan alam dengan cara menyalurkan kelapa melalui arus air dikanal-kanal yang dibuat. Kondisi ini yang menjadi penyebab erosi lahan perkebunan terjadi," tuturnya.

Tidak hanya itu kurangnya industri pengolahan kelapa membuat hasil perkebunan tidak dapat ditampung semua.

"Kurangnya industri tersebut membuat kelapa produksi diambil dengan harga lebih rendah oleh industri," katanya.

Dikatakan karena hal tersebut banyak para petani menjual hasil kebunnya keluar daerah Inhil atau Indonesia.

Muhaimin mengatakan ketimbang menjual hasil produksi kepada industri petani lebih memilih untuk menjual kepada eksportir karena alasan harga yang lebih tinggi.

"Harga jual kelapa yang diambil ekportir lebih tinggi Rp 400,- dibanding harga yang diambil industri. Karena itu petani lebih memilih menjual kepada pihak tersebut," tuturnya.

Seringkali penjualan hasil perkebunan ini tidak melewati jalur ekspor resmi. Dengan demikian hasil produksi kelapa ini tidak memberi pemasukan bagi daerah.

Kondisi ini diharapkan dapat dicarikan solusi oleh pemerintah dan pelaku industri.

Ia berharap pemerintah bisa menarik investor untuk membuka industri kelapa di Inhil.

Selain itu diharapkan pula pemerintah mau membuat regulasi yang mengarahkan CSR para pelaku industri untuk pengembangan perkebunan kelapa di Inhil. (Trb)

Terkini