Tampang Pria Bejat yang Tega 'Gagahi' dan Membunuh Adik Kandunganya

Tampang Pria Bejat yang Tega 'Gagahi' dan Membunuh Adik Kandunganya
Pelaku (kiri) dan korban (kanan)

HARIANRIAU.CO - Peristiwa ini memang membuat banyak orang, emosi, marah dan juga murka, bagimana mungkin seorang abang tega berbuat keji kepada adiknya sendiri, tak hanya dibunuh tapi juga diperkosa. Lama setelah peristiwa itu terjadi, polisi bersama warga berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi SMP Tolangohula, Gorontalo, inisial FN alias Bunga.

Pelaku ternyata kakak kandung korban, Eman Nguyu alias Kada. Aksi pemerkosaan yang dilakukan bujang usia 32 tahun itu terjadi pada Jumat (30/3) lalu.

Seperti dilansir Gorontalo Post (Jawa Pos Group), kejadian pemerkosaan saat Bunga berada di rumah sendirian. Abubakar Nguyu sang ayah bersama ibunya sedang berada di kebun untuk memanen kacang.

Bunga pagi itu sedang merontokan/memipil jagung. Bunga merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara. Kakak-kakak bunga yang lain tidak lagi serumah, karena ada yang sudah menikah, sementara adik Bunga yang nomor 9 ikut dengan orang tuanya ke kebun kacang.

Saat itu Kada yang merupakan kakak sulung Bunga tiba di rumah dalam kondisi mabuk. Dalam pengaruh miras itu, ia memerintahkan Bunga untuk pergi ke kebun menyusul ayah dan ibu mereka.

Tapi Bunga menolak, alasanya karena sedang memipil jagung. Merasa perintahnya tidak digubris, Kada mengambil kayu dan memukulkanya ke Bunga. Sontak saja, gadis berparas cantik itu menangis dan langsung lari menjauh dari amukan sang kakak.

Rupanya Kada terus mengejar Bunga yang lari ke arah sungai di desa Binajaya. Kada menangkap tangan Bunga, tapi saat itu Bunga meronta keras dan mampu melepaskan diri. Bunga kembali hendak melarikan diri, tapi tiba-tiba terhenti ketika pukulan keras dari sang kakak mengenai tubuhnya.

Bunga pun terjatuh di pinggiran sungai yang telah mengering. Melihat adik gadisnya tak beradaya, Kada justeru makin kesetanan. Ia menyeret Bunga lebih ke tepian sungai. Dengan bejatnya, Kada melucuti celana Bunga. Tanpa rasa kasihan terhadap perempuan yang sedarah denganya itu, Kada melancarkan aksi pemerkosaan.

Bunga masih berusaha meronta, ia berteriak sekuatnya. Nahas, aksi Bunga yang berusaha minta tolong itu menjadi petaka baginya. Kada yang khawatir aksinya ketahuan oleh warga, karena Bunga tak berhenti berteriak, mengambil sebuah batu besar didekatnya dan menghantamkan ke wajah Bunga dengan batu tersebut. Berulang kali.

Sampai gadis belia tersebut tak sadarkan diri dan tewas. Untuk menutupi aksinya, Kada lalu menyeret jasad gadis itu ke semak-semak yang berjarak sekitar 15 meter dari sungai, dan membiarkanya di situ.

Setelahnya, ia lari ke gunung tak pernah lagi balik ke rumah. Sementara itu, Abubakar Nguyu sang ayah, Jumat (30/3) hari itu gelisah.

Sebab hingga tengah malam, buah hatinya yang masih tercatat sebagai siswa kelas VIII SMPN Satap Tolangohula tak balik ke rumah. Sabtu (31/3) pagi, Abubakar melakukan pencarian, ia menemukan sendiri jasad anaknya dis emak-semak sekira 50 meter dari rumah mereka.

Hingga kemarin, Abubakar masih tak percaya Bunga tewas di tangan anak sulungnya sendiri. Polisi telah mengumpulkan barang bukti seperti pakaian korban, dan sebuah batu yang berada di dekat TKP.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi Rhemmi Beladonna membenarkan telah menangkap Kada, pelaku dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap adik kandungnya sendiri

"Untuk sementara merujuk pasal 338 dengan ancaman 15 tahun. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga dikenai pasal lain. Masih kita dalami," ungkap lulusan Akademi Kepolisian tahun 2009 tersebut.

sumber: riausky

Halaman :

#Pembunuhan

Index

Berita Lainnya

Index