Ini Kesaksian Wanita yang Selamat dari Peristiwa Penikaman Pengunjung Kafe di Pekanbaru


Kamis,20 September 2018 - 14:55:53 WIB
Ini Kesaksian Wanita yang Selamat dari Peristiwa Penikaman Pengunjung Kafe di Pekanbaru

HARIANRIAU.CO - Kesaksian Ema Wanita yang Selamat dari Peristiwa Penusukan Pengunjung Kafe di Jalan Arifin Ahmad. Ema, wanita yang selamat dari aksi penusukan yang dilakukan seorang pria bersama dua temannya di depan kafe tempatnya bekerja, membeberkan kronologi terkait peristiwa berdarah tersebut.

Disebutkan dia, sekitar pukul 04.30 WIB, saat itu dia dan seorang temannya, Ita, hendak menutup kafe.

Saat itu dua orang pengunjung, Ade dan Toni masih berada di dalam.

Mereka juga hendak pulang.

Namun tiba-tiba, tiga orang pria yang menurut Ema tengah dalam kondisi mabuk, datang ke kafe.



Saat mereka hendak masuk, Ema pun menyampaikan jika kafe sudah mau tutup.

Namun ketiganya bersikeras hendak masuk.

Melihat hal itu, dua orang pengunjung Ade dan Toni, membantu menjelaskan jika kafe sudah tutup.

Ketiga pelaku tiba-tiba meradang, mereka tak terima.

Mereka tak suka, lantaran menganggap dua pengunjung tersebut ikut campur.

"Kalau ndak senang ya main kita keluar," ujar Ema, menirukan perkataan salah seorang pelaku saat itu.

"Jangan kayak gitu lah bang, kita kan ndak ada masalah," kata Ema, mengingat jawaban dari korban.

Peristiwa pun berlanjut dengan adu mulut dan cekcok, tepat di depan pintu kafe yang merupakan bangunan ruko dua lantai itu.

Kemudian, salah seorang pelaku disebutkan Ema mengeluarkan senjata tajam (sajam) berupa sejenis pisau.

Dengan membabi buta, pelaku pun menusukkannya ke tubuh kedua korban, yakni Ade dan Toni.

Rekan Ema bernama Ita, juga terkena pisau di bagian tangan.

"Saya langsung ditarik sama Ade biar nggak kena juga, disuruh masuk ke kamar sembunyi," tutur Ema.

Ade dan Toni pun berlari ke dalam kafe dan naik ke lantai dua, bermaksud menghindar dari serangan pelaku.

Sedangkan ketiga pelaku, melarikan diri dengan dua sepeda motor jenis matic.

Kedua korban akhirnya ambruk dan meninggal dunia di lantai 2 kafe, lantaran kehabisan darah.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto yang langsung meninjau ke lokasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Terjadi keributan, salah satu pelaku dari tiga orang melakukan penusukan," sebut Kapolresta.

2 orang diantaranya merupakan laki-laki, meninggal di TKP.

Sedangkan 1 korban merupakan wanita, dalam perawatan di RS.

"Kejadiannya di lantai 1, korban menyelamakan diri ke lantai 2," kata Susanto dikutip dari laman tribunpekanbaru.

"Dari kasat mata ada luka tusuk, tapi biar hasil autopsi dari tim dokter yang menentukan penyebab kematian dan perkenaan tusukannya," sambung Susanto lagi.

Sementara yang diamankan oleh kepolisian sebagai barang bukti adalah sepeda motor korban, dan handphone.

"Apakah ada keterkaitan dengan kejadian atau tidak, sedang kita dalami," pungkasnya.