Tewas Dimutilasi, Tak Ada Tanda Kekerasan Seksual pada Kasir Cantik Vera Oktaria


Selasa,14 Mei 2019 - 13:02:50 WIB
Tewas Dimutilasi, Tak Ada Tanda Kekerasan Seksual pada Kasir Cantik Vera Oktaria Vera Oktaria

HARIANRIAU.CO - Pelaku pembunuhan Vera Oktaria (20) kasir minimarket di Palembang, Sumatera Selatan masih misteri. Dugaan sementara berdasarkan hasil olah TKP kepolisian bahwa pelaku pembunuh Vera Oktaria adalah kekasihnya sendiri yakni, Prada DP.

Dikutip harianriau.com dari laman riausky, kasus pembunuhan terhadap Vera Oktaria diduga berlatar belakang asmara. Dugaan ini muncul berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak keluarga yang menyatakan Vera Oktaria sempat meminta putus pada Prada DP.

Namun, diduga Prada DP enggan diputuskan Vera Oktaria. Prada DP diduga merasa kesal karena akan diputuskan Vera Oktaria. Dari itulah, terduga pelaku mengeksekusi korban di dalam kamar penginapan daerah Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.

"Dari hasil otopsi, sama sekali tidak ada berhubungan badan. Jadi, sebelum dibunuh, korban ini terlebih dahulu dianiaya di bagian kepala," katar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Senin (13/5/2019) seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Karena Vera meminta putus, Prada DP kesal dan dari itulah diduga ia merencanakan pembunuhan. Prada DP diduga menjemput korban dan membawanya ke Sungai Lilin untuk melancarkan rencananya.

"Sekarang pelakunya masih tunggal. Belum ada pelaku lain. Dari hasil olah tempat kejadian, sidik jari yang ditemukan banyak sidik jari pelaku dan juga korban ini mengalami luka di bagian kepala," kata Supriadi.

Sebelumnya diberitakan, Vera Oktaria berada bersama 2 pria di penginapan Sungai Lilin. Informasi terbaru, Vera Oktaria hanya bersama seorang pria diduga Prada DP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat perempuan tersebut berawal dari kecurigaan seorang pengurus penginapan yakni Nurdin bin Arsan.

Arsan pada Kamis (9/5/19), sekitar pukul 13.00 WIB sedang membersihkan dengan menyapu lantai penginapan. Pada saat itu sesekali tercium aroma bau menyengat yang sumbernya dari kamar 06.

Nurdin yang merasa curiga langsung mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu tersebut tapi tidak ada respon dari penghuni kamar.

Karena dikira tidak terjadi apa-apa Nuridin langsung menghubungi orang tuanya untuk menanyakan keberadaan tamu tersebut yang tidak kembali setelah membawa kunci tersebut.

"Saya curiga waktu saya bersihkan lantai mencium bau busuk, nah baru besoknya (hari ini) bau busuk itu semakin kuat langsung saya hubungi Polsek Sungai Lilin."

"Setelah pihak polsek Sungai lilin datang, kamar tersebut baru di buka. Ditemukan sesosok wanita di atas ranjang dalam keadaan tanpa busana dengan kondisi tangan terpotong jenazah membengkak ditutupi dengan selimut," ujar Nurdin.

Lanjutnya, tamu yang memesan kamar 06 tersebut terdata di buku tamu tanpa dilengkapi KTP atas nama Doni yang beralamatkan Karang Agung (P13).

"Tamu itu datang ke penginapan 2 orang, satu laki-laki dan satu perempuan tanpa identitas datang ke penginapa npada Selasa (7/5/19) sekitar pukul 22.00 WIB, mereka membawa 1 koper warna hitam,"ungkapnya.

Pada hari Rabu (9/5/19) sekitar pukul 09.00 WIB tamu laki-laki penghuni kamar 06 terlihat keluar sambil menelepon bertanya tentang masalah harga sewa speed.

"Pada sore harinya pukul 17.00 WIB terlihat oleh orang tua saya Murniati bahwa laki-laki tersebut kembali ke penginapan dengan membawa masuk kembali 1 unit koper lagi dari luar."

"Setelah terlihat beberapa kali tersebut laki-laki penginap itu tidak kelihatan lagi pada Kamis,"jelasnya.

Tak Akan Ditutupi

Pomdam II Sriwijaya memperluas area penyebaran foto Prada DP, diduga pelaku pembunuhan terhadap Vera Oktaria ke seluruh jajaran Kodam II Sriwijaya.

Foto Prada DP sudah disebar ke seluruh wilayah Sumbagsel.

"Dalam membantu pengungkapan kasus ini, Pomdam II/SWJ telah menyebarkan foto terduga pelaku di wilayah jajaran Kodam II/Swj mulai dari Sumsel, Bengkulu, Jambi, Lampung hingga Bangka Belitung (Babel)," ujar Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan, Senin (13/5/2019).

Kapendam juga menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, pihak Penyidik Pomdam II/Swj sudah menyiapkan administrasi.

Selain itu, juga menyiapkan segala sesuatunya untuk melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan dalam melaksanakan proses penyelidikan dan pengembangan kasus pembunuhan dengan berkoordinasi secara terus-menerus dengan pihak Polda Sumsel.

Kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI AD berpangkat Prada berinisial DP terhadap Vera Oktaria saat ini dalam proses penyelidikan petugas Pomdam II/Swj.

“Terkait hal itu, petugas Pomdam II/Swj telah mengambil langkah-langkah antara lain dengan mendatangi pihak orang tua korban untuk dimintai keterangan"

"Serta mencari keterangan dari pihak lain dan bukti-bukti yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan tersebut," katanya.

Saat ini Prada DP, oknum anggota TNI AD yang diduga melakukan tindakan pembunuhan terhadap pacarnya Vera Oktaria sedang dalam pencarian Pomdam. Yang bersangkutan adalah siswa Sustaif Rindam II/Swj Baturaja.

Foto Prada DP disebar untuk membatasi ruang geraknya agar bisa segera ditangkap. "Kodam II/Swj tidak akan melindungi atau mentolerir oknum yang seperti itu," pungkas Kapendam.

Pomdam II Sriwijaya menyebar foto Prada DP sekaligus nomor telepon yang bisa dihubungi bagi yang melihat orang yang kini sedang dicari tersebut.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan ketika dikonfirmasi menuturkan, untuk membatasi ruang gerak terduga oknum TNI DP Pomdam II/ Swj menyebarkan foto diduga pelaku dengan tujuan agar bisa segera ditangkap.

"Iya sudah disebar ke Koramil Koramil," ujar Kapendam, Minggu (12/5/2019).

Isi keterangan foto disebar itu "DI CARI PRADA DERI PRAMANA NRP 31190049211297 SISWA DIKJURTAIF DIKMATA GEL ll TA. 2018.

DIDUGA PELAKU PEMBUNUHAN SDRI FERA OKTARIA HUBUNGI DENPOM ”/4 NO TLPN 0711-415008".

Tim Pomdam II Sriwijaya dan juga Polda Sumsel serta Polres Muba masih melakukan pengejaran terhadap Prada DP yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap Vera Oktaria.

Kapendam mengimbau Prada DP untuk menyerahkan diri. "Sudah pasti melalui keluarganya kami mengimbau agar yang bersangkutan untuk menyerahkan diri," kata Kapendam.