Lihat Wanita Cari Anak Hilang, Si Ibu Kembalikan Bayi yang Diculik 27 Tahun Lalu


Minggu,16 Juni 2019 - 15:40:43 WIB
Lihat Wanita Cari Anak Hilang, Si Ibu Kembalikan Bayi yang Diculik 27 Tahun Lalu He Xiaoping Dan Zhu Xioajuan, Serta Anak Kandung Zhu, Liu Jinxin. (Foto: Sina News/Youtube)

HARIANRIAU.CO - Terlalu percaya pada dukun, seorang wanita tega menculik bayi. Saat tersadar dari pengaruh sang dukun, bayi yang kini telah berusia 26 tahun itu akhirnya dikembalikan ke orang tuanya.

Dilansir World of Buzz, wanita dari China datang ke dukun setelah ditinggal mati oleh anak-anaknya pada tahun 1992.

Wanita bernama He Xiaoping itu minta nasihat kepada dukun yang kemudian menyarankannya untuk menculik seorang anak.

Si Dukun mengatakan menculik anak orang lain akan menangkal nasib sial yang menimpanya selama berturut-turut.

Tanpa berpikir panjang, Xiaoping menuruti perintah sang dukun dengan menyamar jadi pengasuh bayi, lapor harian Chongqing Evening News.

Menculik Bayi Berusia 15 Bulan

Xiaoping, 49 tahun, bekerja untuk majikannya bernama Zhu Xioajuan di Chongqing. Yang kebetulan memiliki seorang bayi berusia 15 bulan.

Baru seminggu bekerja pada Zhu, Xiaoping sudah merencanakan niat jahatnya. Dia membawa keluar bayi tersebut untuk berbelanja.

Namun, bukannya pulang ke rumah majikannya, Xiaoping malah kabur dengan bocah tersebut ke rumahnya sendiri di Nanchong.

Xiaoping kemudian memberi nama bayi itu Liu Jinxin. Nama itu sebenarnya adalah nama anak keduanya yang meninggal di tahun 1992.

Makin Percaya Anak yang Diculik Bawa Hoki

Dengan penuh kasih sayang, Xiaoping mengasuh Jinxin selama 26 tahun seperti anak kandungnya.

Dia mengaku telah memberikan kehidupan yang baik untuk Jinxin dengan bekerja serabutan.

Pada tahun 1995, Xiaoping hamil dan melahirkan seorang anak perempuan. Kehadiran anaknya itu makin membuat Xiaoping percaya dengan nasihat dukun.

Xiaoping benar-benar percaya bahwa Jinxin memang bisa menangkal nasib sial yang selama ini dialaminya.

Mulai Menyadari Kesalahan

Namun, 22 tahun kemudian atau pada tahun 2017, Xiaoping mulai menyadari bahwa perbuatan menculik anak itu salah.

Dia sadar setelah menyaksikan acara di TV. Acara itu memperlihatkan seorang ibu tua yang menghabiskan sisa hidupnya untuk mencari anaknya yang hilang.

" Saya tahu telah melakukan hal yang buruk. Tetapi saya mengadopsinya seperti anak saya sendiri," kata Xiaoping.

" Sebaliknya, dia juga memperlakukan saya seperti ibu kandungnya," tambahnya.

Berhasil Menghubungi Ibu Kandung, Tapi...

Setelah melakukan pencarian yang panjang, Xiaoping akhirnya berhasil menemukan Zhu, ibu kandung Jinxin, pada Februari 2018.

Namun Xiaoping menghadapi kenyataan yang cukup mengejutkan mengenai ibu kandung dari anak yang diculiknya 26 tahun lalu.

Zhu ternyata sudah menemukan 'anaknya' yang hilang pada tahun 1995 silam.

Bocah yang diakui sebagai 'anak' kandung oleh Zhu itu diberi nama Pan Pan yang wajahnya memang mirip dengan Jinxin.

Zhu telah membesarkan Pan Pan karena berpikir dia adalah anak kandungnya yang hilang selama ini.

Menggugat Hasil Tes DNA yang Salah

Tes DNA baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa Jinxin sebenarnya adalah anak kandung Zhu.

Namun telah terjadi kesalahan tes DNA sebelumnya oleh Pengadilan Rakyat Tertinggi Henan yang menyatakan Pan Pan anak kandung Zhu.

Setelah tes DNA terbaru keluar, Zhu sekarang menggugat pengadilan sebesar 2,95 juta yuan atau Rp6,1 miliar, lapor Red Star News.

Selain menggugat hasil tes DNA yang salah, Zhu juga mengajukan permohonan pengakuan Jinxin sebagai anak kandungnya.

Sebelumnya, Zhu akan menuntut Xiaoping karena telah menculik anaknya saat masih bayi.

Namun karena Jinxin dibesarkan dengan penuh kasih sayang, Zhu pun membatalkan tuntutan dan menerima permintaan maaf Xiaoping. (dream.co.id)