Masyarakat Harapkan Kasus Desa Sedinginan Jadi Pelajaran


Senin,17 Juni 2019 - 15:33:42 WIB
Masyarakat Harapkan Kasus Desa Sedinginan Jadi Pelajaran Ilustrasi/merdeka.com

HARIANRIAU.CO - Kasus pelecehan terhadap suku melayu yang dilakukan lima orang anak muda yang terjadi di desa Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), diharapkan masyarakat menjadi pelajaran dan tidak terulang di daerah-daerah lainnya di Provinsi Riau.

Berdasarkan keterangan salah seorang pemuda desa Sedinginan Hendra Eka Saputra, menjelaskan bahwa kasus ini bermula saat anak-anak dibawah umur berjumlah lima orang menulis status di akun Facebook pada Selasa (11/6) lalu, menantang suku melayu dan merasa berkuasa di daerah tersebut.

"Awalnya anak-anak itu menantang suku melayu melalui akun facebook, jadi banyak netizen yang tidak terima dan komen," kata Hendra, Sabtu (15/6).

Hendra menambahkan, terkait kasus itu, banyak masyarakat terutama suku melayu yang tidak suka dan merasa dilecehkan atas status tersebut, dan terjadilah perang komentar sehingga banyak yang mengunggah status orang melayu harus bertindak dan seruan lainnya untuk melawan.

Agar situasi tidak semakin panas, Hendra menjelaskan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh pemuda beserta mapolres Kecamatan Tanah Putih yang kemudian diselidiki apa motif dibalik pelecehan terhadap salah satu suku tersebut.

"Pemuda beserta Mapolres Kecamatan Tanah Putih bertindak cepat, lima anak itu segera diamankan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Hendra yang juga selaku ketua umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Riau Surabaya.

Berdasarkan kejadian itu, Hendra serta pemuda desa Sedinginan berharap agar kejadian serupa tidak lagi terjadi di daerah manapun. Menurut Hendra, kasus ini hanya akan menyebabkan perpecahan antar suku.

Hendra juga turut mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk bijak bersosial media dan juga saling menghormati dan menghargai antar suku sehingga terciptalah lingkungan yang damai dan aman.

"Bijaklah bersosial media, mari sama-sama merajut hubungan yang baik, jangan sampai ada perpecahan antar suku, saling mencintai perbedaan," tutupnya. (MCR)