Kebakaran Pabrik Mancis, Jenazah Fitri dan Putrinya Ditemukan Berpelukan


Sabtu,22 Juni 2019 - 14:48:36 WIB
Kebakaran Pabrik Mancis, Jenazah Fitri dan Putrinya Ditemukan Berpelukan Jenazah korban kebakaran pabrik mancis di Langkat dibawa ke RS Bhayangkara.

HARIANRIAU.CO - Kebakaran pabrik mancis di Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumut, Jumat (21/6/2019) telah merenggut 30 nyawa pekerja dan anak-anak.

Fakta menyedihkan terungkap saat evakuasi para korban. Mereka ditemukan bertumpuk dalam satu ruangan, dan beberapa ibu yang bekerja di pabrik itu tewas sambil memeluk putri mereka.

Seperti Yunita Sari dan dua anaknya Pinja serta Sasa. Lalu Desi bersama dua anaknya Juna dan Bisma turut tewas.

Dikutip harianriau dari laman riausky, terakhir Fitri dan Sifa. Keluarga korban yang datang melihat ke TKP tak kuasa meneteskan air matanya. Mereka berteriak histeris seperti tak percaya.

Irma misalnya. Wanita berusia 40 tahun ini terus bersedih. Air matanya jatuh membasahi pipinya.

“Saya kemari karena ada adik sepupu, Fitri, 36, yang kerja di sini. Pulang sekolah, anaknya Sifa yang masih kelas 4 SD datang bawa air minum untuk mamaknya. ‎Meninggal mereka berdua berpelukan di sudut itu,” ujar Irma di lokasi kejadian.

Fitri sudah berumah tangga. Korban dikaruniai dua orang anak perempuan, Sifa dan Aliya. Sifa turut menjadi korban dari peristiwa kebakaran hebat tersebut.

“Saya tahu mereka berpelukan karena ada tanda cincin di anaknya (Sifa). Anaknya pakai cincin. Adik sepupu saya sudah 9 tahun kerja di situ,” ujar Irma seperti dikutip dari Pojoksatu.id.

Informasi dihimpun, pabrik rumahan yang tidak diketahui namanya ini sudah memulai usahanya sejak antara 2002 atau 2003 lalu. Karyawan yang bekerja pertama kali kerja di sana saat itu diupah Rp 1000 ‎per kotak.

Satu kotak mancis berisi 50 unit. Kerja mereka memasang batu mancis untuk diedarkan ke pasaran. Disebut-sebut, usaha itu milik seseorang warga keturunan Tiongkok.

Mereka tewas terperangkap di dalam pabrik rumahan tersebut. Pintu depan dan belakang di kunci. Meski demikian, dilaporkan ada 4 orang yang selamat.

Adalah, Nur, Deni Novita Sari, Ariyani dan Ayu. Deni Novita Sari dapat diwawancarai Sumut Pos (Jawa Pos Group). Pun demikian, korban selamat ini masih trauma.

“Saya keluar dari pintu belakang. Waktu kejadian, saya lagi makan. Begitu kejadian katanya ada kebakaran, saya sempat melihat ke depan. Setelah itu saya lemas. Mau berdiri saja enggak sanggup. Kami lihat semuanya kawan kami yang jadi korban,” kata wanita bertubuh tambun yang akrab disapa Pipit ini.

Tak lama diwawancarai di sebuah rumah yang letaknya di belakang TKP, Petugas Satr‎eskrim Polres Binjai datang menghampiri korban selamat.

Sekira pukul 15.30 WIB, rombongan Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto tiba di TKP. Jenderal bintang dua tersebut sempat memasuki bangunan yang terbakar.

Menurut Agus korban tewas ada 30 orang. Rinciannya 24 dewasa dan sisanya anak-anak. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan.

“Kita akan melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Pemilik pabrik rumahan mengabaikan keamanan dan keselamatan pekerjanya,” ujar mantan Dir Res Krimum Polda Sumut ini.

‎Karena ini pabrik rumahan merakit mancis, kata Agus, api tersebut sumbernya dari yang mereka rakit. Sayangnya, Agus enggan membeberkan siapa pemilik pabrik rumah ini. Namun demikian, dia bilang, sudah mengetahui nama ataupun inisial pemilik pabrik rumah tersebut.

“Pemilik pabrik sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka bekerja selalu dikunci. Enggak tahu alasannya apa (kenapa dikunci),” tegas Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto.