Marwan : Kita ingin Pengelolaan Aset Ditangani OPD tersendiri


Minggu,07 Juli 2019 - 09:01:09 WIB
Marwan : Kita ingin Pengelolaan Aset Ditangani OPD tersendiri

HARIANRIAU.CO - Salah seorang anggota Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Perda No 4 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Petangkat Daerah DPRD Provinsi Riau, Marwan Johanis, mengakui untuk saat ini pihaknya sedang giat-giatnya melakukan pembahasan perubahan susunan perangkat daerah ini. Apa yang sudah diusulkan Pemprov bisa saja diikuti, bisa saja tidak dan bisa saja Pansus punya pandangan sendiri.

"Ya inilah yang kita lakukan pembahasan bersama, baik itu antar sesama anggota di Pansus, OPD yang ada, maupun mengkaji apa yang ada di daerah lain. Jadi mana yang terbaik bagi daerah dan sesuai dengan kondisi daerah itu yang akan dipakai. Jadi Pansus akan mengkaji, bisa saja sesuai usulan dari Pemprov dan bisa saja lain," sebutnya, Jumat (5/7).

Salah satu contoh menurut Politisi Gerindra ini, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). OPD ini berdasarkan usulan Pemprov tetap dipertahankan, tapi berkemungkinan menurut Pansus beda. Karena peliknya permasalahan aset yang ada di daerah. Maka Pansus menginginkan Pengelolaan aset ini ditangani oleh OPD tersendiri.  Tidak gabung dengan urusan lain seperti sebelumnya.

"Kita sudah sangat tertinggal dalam sistem pengelolaan aset dari daerah lain. Seperti DKI Jakarta, mereka sudah 100 persen pengelolaan asetnya. Semua aset yang tercatat ada barangnya. Semua barang ada catatannya. Persoalan kita sekarang, ada asetnya, catatannya tidak ada. Ada catatannya, tapi barangnya tidak ada," sebutnya menjelaskan kondisi yang terjadi di Riau.

Jadi menurut Dapil Inhu-Kuansing ini lagi, pengelolaan aset harus dilakukan OPD tersendiri. Jadi akan fokus dalam melakukan urusan aset, sehingga hendaknya nanti Riau sudah punya database terkait aset.

"Sekarang begitu banyak aset kita yang tidak tercatat. Jadi wajar saja ada yang hilang, diserobot orang, dan lainnya. Lagian kalau digabungkan dengan keuangan, yang diurus itu hanya masalah uangnya saja. Aset terabaikan, padahal aset ini bisa juga menghasilkan pendapatan," tutupnya.  (MCR)