Tentara Amerika Lagi Belajar Ilmu Gaib


Senin,10 Februari 2020 - 01:28:54 WIB
Tentara Amerika Lagi Belajar Ilmu Gaib Tentara AS membidik target dari balik dinding.

HARIANRIAU.CO - Tentara Amerika Serikat (AS) lagi belajar ilmu gaib. Ilmu gaib yang dimaksud adalah bukan memakai bantuan makhluk halus, tetapi mengembangkan teknologi untuk menembus dinding. Hal tersebut sedang dilakukan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat (AD AS/US Army), seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu, 9 Februari 2020.

Tak hanya menembus, AD AS juga ingin agar tentaranya dapat melihat target dari balik dinding. Karena itu, saat ini mereka sedang membutuhkan bantuan dari pakar industri teknologi dan pertahanan untuk mengembangkan teknologi yang dinamakan Sense Through The Wall (STTW).

Nantinya, teknologi ini akan memberi kemampuan pada tentara untuk mengidentifikasi target dari balik dinding seperti peledak, hewan, atau pun musuh.

Sistem tersebut juga mampu mendeteksi ruang tersembunyi, termasuk lorong dan ruang bawah tanah, hingga melacak pergerakan manusia dan mengumpulkan data biometrik mengenai kemampuan target.

"Kami ingin teknologi ini bisa digunakan secara mobile, seperti tablet atau perangkat lain, yang berukuran sama," demikian keterangan resmi AD AS.

Sementara itu, ilmu gaib menembus dinding yang mereka inginkan sejatinya sangat sulit didapat apalagi diterapkan. Sebab, AD AS bersama peneliti lainnya sebenarnya telah lama mengembangkan teknologi menembus dinding seperti ini, namun tak membuahkan hasil.

Pada 2018 misalnya, tim peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS pernah membuat sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang bisa menganalisis sinyal radio dari tubuh seseorang.

Nah, sinyal-sinyal ini akan memperlihatkan tubuh seseorang yang terhalang dinding, dan juga mampu melacak mereka saat berjalan, melompat, atau duduk.

Teknologi ini memungkinkan AI mencari tahu hubungan antara perubahan dalam gelombang radio di setiap pergerakan manusia.

Tim peneliti dari MIT juga menyarankan AD AS agar menggunakannya dengan kacamata augmented reality (AR) serta perangkat pendukung lainnya yang akan membimbing mereka ke arah musuh yang tersembunyi yang menjadi target.


sumber: viva