Janda Cantik Larikan Miliaran Uang Arisan, Begini Modusnya


Sabtu,28 November 2020 - 09:57:11 WIB
Janda Cantik Larikan Miliaran Uang Arisan, Begini Modusnya Lisa Tania. (Foto: Istimewa)

HARIANRIAU.CO - Tak kapok-kapok, penipuan berkedok arisan kembali terjadi, dan korbannya juga banyak dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sejak sepekan terakhir para korban arisan online berdatangan ke Polres OKU Selatan, Sumatera Selatan. Namun laporan resmi baru dibuat setelah tidak ada kabar apalagi itikad baik dari Lisa Tania, janda muda pengelola arisan online.

"Harapan kami ada komunikasi ada niat baik kembalikan uang kami, kalau tidak ya terpaksa proses hukum," ujar Oza Lorenca, salah seorang korban sesaat sebelum membuat laporan di Polres OKU Selatan, Jumat (27/11/2020).

Oza mengaku mengikuti arisan sejak usai lebaran dengan total uang yang sudah diberikan Rp60 juta. 

"Sekitar Rp60 juta, dari habis lebaran ikut. Tertarik karena diajak teman, katanya on time, amanah dan ada pengacara jika ada masalah," kata perempuan berambut panjang ini.

Namun sepertinya, Oza dan puluhan korban lain harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali uangnya. Pasalnya, berdasarkan penelusuran, rumah yang ditempati Lisa Tania di Kampung Sawah, Muaradua, OKU Selatan sudah kosong tidak berpenghuni.

Menurut warga sekitar rumah tersebut sudan kosong sejak beberapa hari lalu. Bahkan ada yang mengatakan, penghuni meninggalkan rumah itu pada 16 November dini hari. "Sudah kosong," kata A warga sekitar.

Diketahui sejumlah perempuan muda yang mengaku korban arisan online yang dikelola Lisa Tania mendatangi Polres OKU Selatan. Awalnya mereka hanya konsultasi agar uang mereka kembali, namun kini telah dibuat laporan polisi resmi.

Korban arisan online ini diduga mencapai seratus orang yang tersebar tidak hanya di OKU Selatan, namun sampai luar daerah bahkan luar provinsi. Diduga total uang para korban mendekati satu milar rupiah.

Kasat Reskrim Polrez OKU Selatan AKP Promico mengatakan, diduga arisan online ini sudah berlangsung sejak setahun lebih.  

"Korban umumnya warga OKU Selatan yang tinggal di sini, juga yang berada di luar Sumatera," katanya. (R03)

Sumber: iNews.id