Batu Meteor Langka, Usianya Lebih Tua dari Bumi


Jumat,12 Maret 2021 - 11:56:06 WIB
Batu Meteor Langka, Usianya Lebih Tua dari Bumi Batu meteor

HARIANRIAU.CO - Natural History Museum lewat akun Instagram merilis temuan obyek luar angkasa berupa batu meteor langka di Inggris.

Seperti dilansir India Times, dalam unggahannya, pihak museum memberikan keterangan tentang temuan batu meteor ini.

Disebutkan, penghuni sebuah rumah di Kota Winchombe, Inggris, mendengar suara keras di langit, tapi saat itu hari sudah malam, jadi mereka tidak memeriksanya.

Saat diperiksa keesokan harinya, penghuni rumah menemukan batu meteor kecil. Warnanya hitam dan mengkilat. Sementara beratnya lebih dari 300 gram.

Mereka kemudian melaporkannya ke Jaringan Observasi Meteor Inggris dan kemudian diteruskan ke Natural History Museum.

Diperkirakan, batu meteor yang ditemukan ini terbentuk sekira empat miliar tahun lalu atau saat Bumi belum ada. Bahkan saat itu Matahari baru saja terbentuk.

"(Batu) itu terlihat seperti batu bara. Ini benar-benar hitam, tetapi jauh lebih lembut dan sangat rapuh. Ini menarik bagi kami karena meteorit jenis ini sangat langka tetapi menyimpan petunjuk penting tentang asal-usul kami,” kata Ashley King, peneliti Natural History Museum.

Selain menarik dan langka, yang membuat meteorit ini lebih istimewa bahwa jenis meteorit tersebut adalah sesuatu yang dikenal sebagai kondrit karbon.

Kondrit karbon berasal dari asteroid yang terbentuk ketika planet-planet itu sendiri baru saja lahir, karena debu dan es yang berputar-putar di sekitar tata surya awal mulai menyatu.

Hal ini menjadikan mereka bahan paling primitif dan murni di tata surya dan dapat memberikan informasi unik tentang di mana air dan bahan penyusun kehidupan terbentuk dan dari mana planet dibuat.

“Ini sangat menarik. Ada sekitar 65.000 meteorit yang diketahui di seluruh dunia, dan hanya 51 di antaranya adalah kondrit berkarbon yang terlihat jatuh seperti ini”, ungkap Prof Sara Russell, seorang peneliti di museum yang mempelajari jenis meteorit ini.

“Saya selalu berangan-angan bahwa akan ada kondrit berkarbon, tetapi saya tidak bisa mengharapkan hal itu terjadi. Ini benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan”, katanya lagi.


sumber antvklik.com