Lapas Pasirpangaraian Kian Penuh-sesak

Lapas Pasirpangaraian Kian Penuh-sesak

ROKAN HULU - Hingga Senin (8/5/17), 40 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Bertambahnya warga binaan dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru membuat jumlah warga binaan di Lapas Pasirpangaraian over kapasitas.

Sebanyak 40 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk ini ikut melarikan diri saat kerusuhan, Jumat (5/5/17) siang lalu. Mereka ditangkap dari beberapa lokasi.

Kepala Lapas Klas II B Pasirpangaraian, Muhammad Lukman, mengatakan awalnya Ahad (7/5/17) sekira pukul 04.00 WIB, 38 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk tiba di Lapas Pasirpangaraian.

Ahad siang, Lapas menerima seorang warga binaan Rutan Sialang Bungkuk dari Polres Rohul bernama Lokot Nasution yang ditangkap dari Bus Sampagul yang melintas di Pasirpangaraian, Ahad dini hari.

Lukman menambahkan, pada Senin (8/5/17) sore, Lapas kedatangan seorang warga binaan lagi bernama Angga Prahasta (34) yang diserahkan pihak keluarga ke Polsek Kunto Darussalam.

Diakuinya, 40 warga binaan pindahan dari Rutan Kulim Pekanbaru ini ditempatkan di tiga ruangan tahanan, terdiri 11 orang di kamar 1, 20 orang di kamar 2, dan sisanya 9 orang lagi ditempatkan di kamar 9.

Sebelumnya, sambung Lukman, jumlah warga binaan Lapas Klas II B Pasirpangaraian 639 orang, terdiri 177 tahanan dan 462 narapidana.

Adanya penambahan 40 warga binaan dari Rutan Pekanbaru, jumlah penghuni Lapas Klas II B Pasirpangaraian menjadi 679 orang, sementara ketersediaan ruang tahanan hanya 13 kamar.

"Kita tidak bisa menolak Intruksi pimpinan," ujar Lukman menjawab riauterkinicom, Senin (8/5/17) sore.

Hasil breefing dengan seluruh ketua kamar dan warga binaan baru, Lukman mengakui para warga binaan Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru meminta agar mereka tetap menjalani sisa hukumannya di Rutan Pekanbaru.

"Alasan mereka karena jauh dari keluarganya," ungkap Lukman.

Data dirangkum, over kapasitas di Lapas Pasirpangaraian sudah terjadi sejak lama, sama halnya dengan Lapas atau Rutan di seluruh daerah. Namun, masalah kelebihan penghuni ini belum juga terselesaikan oleh pemerintah. (Rtc)

Halaman :

Berita Lainnya

Index