Potongan video click farm di China yang mengoperasikan lebih dari 10.000 smartphone untuk menghasilkan like palsu untuk vendor pelanggan.

Mengintip Pabrik Pemberi 'Like' Palsu di Media Sosial

Rabu,24 Mei 2017 - 15:14:52 WIB | Di Baca : 1855 Kali


Di dunia media sosial, jumlah "like" merupakan parameter penting yang diburu oleh para vendor untuk mengiklankan barang dagangan masing-masing.

Oleh karena itu, muncul pula cara tak jujur mengumpulkan jempol lewat penyedia jasa like palsu yang bukan berasal dari pengguna sungguhan. Para pelakunya memanfaatkan fenomena pengejaran like ini dan bisa memberikan like artifisial.

Vendor membayar uang ke penyedia like palsu, lalu memperoleh sejumlah like sesuai dengan kesepakatan. Seperti apa cara kerja para pemberi like palsu? Sebuah video yang beredar di internet belakangan ini memperlihatkan jawabannya.

Video tersebut direkam oleh seseorang dari Rusia yang mengunjungi tempat berjuluk "click farm" di China. Di sinilah "pabrik" tempat dibuatnya berbagai like, rating, atau ranking palsu untuk aneka aplikasi mobile dan posting di media sosial.

 

Russian man visited Chinese click farm.They make fake ratings for mobile apps and  things like this.He said they have 10,000 more phones pic.twitter.com/qE96vgCCsi

— English Russia (@EnglishRussia1) 11 Mei 2017

 

 

Rekaman video memperlihatkan sebuah ruangan yang penuh berisi ponsel. Perangkat-perangkat tersebut disusun di rak-rak khusus dan tersambung ke kabel, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Daily Mail, Senin (22/5/2017).

Ada beberapa orang yang duduk di depan komputer dan tampaknya tidak menjalankan ponsel-ponsel secara manual. Kemungkinan perangkat-perangkat itu berjalan otomatis untuk memberikan like.

Sang pembuat video mengklaim bahwa click farm di China itu mengoperasikan lebih dari 10.000 smartphone. Para penyedia jasa like palsu semacam ini banyak terdapat di wilayah Rusia dan China dengan pelanggan internasional.

Di sisi lain, para pengelola media sosial belakangan mengambil sikap lebih keras terhadap para pemberi like artifisial. Instagram, misalnya, beberapa waktu lalu memaksa penutupan Instagress yang menawarkan komentar dan like otomatis dengan bot. (hlr)






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...