HARIANRIAU.CO INDRAGIRI HILIR - Ketua Umum (Ketum) Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Wati (Kohati) HMI Cabang Tembilahan, Bessek Kumalasari mengaku miris melihat tingkah laku koleganya yang hanya cerita dan masuk berita, tapi tidak berfikir untuk berkarya.
Padahal alasan didirikannya organisasi, khususnya organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan adalah untuk berkontribusi kepada bangsa terutama kepada daerah tempat berdomisili.
"Bagaimana mau berkontribusi, jika kerjanya hanya cerita kemudian naik beritanya. Berangkat dari keprihatinan itu, kami berfikir dan berusaha berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat dari pada basa-basi dan cerita," keluhnya kepada harianriau.co, Rabu (13/4/2016), Teambilahan.
Apa yang dikatakan Bessek Kumalasari dibuktikannya melalui Kohati dengan mengadakan beberapa kegiatan dan menciptakan sebuah produk makanan.
"Alhamdulillah, dalam waktu dekat Kohati HMI Cabang Tembilahan akan mengadakan kegiatan Baca Puisi dan Fashionshow guna memperingati hari Kartini, terkhusus untuk pelajar di Inhil. Dan Kohati juga membuat suatu produk yang bisa dikonsumsi untuk masyarakat Inhil, guna mengupayakan Kohati berdiri di kakinya sendiri," jelasnya.
Disamping itu, dikatakannya, dalam waktu dekat, Kohati juga akan mendirikan sanggar seni untuk menumbuh-kembangkan bakat kesenian anggota Kohati, yang nantinya juga akan berkontribusi kepada daerah.
"Harapan kami kepada seluruh elemen organisasi agar kiranya dapat sama-sama berfikir dan berkarya untuk daerah sesuai dengan kemampuannya," tandas Bessek Kumalasari. (Pratama)

