Marifat Mardjani dan Hj.Fatimah Hadi kembali ke Riau dan mulai mengembangkan Perti yang sudah jadi partai politik. Berjalan kaki dari satu desa ke desa lain. Kadang kala naik sampan, menelusuri daerah Riau yang penuh sungai.
Tidur dirumah penduduk. Makan se adanya, sesuai dengan apa yang diberikan masyarakat kepada rombongan. Anak mereka yang masih sangat kecil terpaksa "di dukung " secara bergantian oleh para pengikut dan loyalus Perti.
Dalam perjalanan dari satu daerah ke daerah lain, karena tidak ada biaya, rombobfan rak mampu menyewa kendaraan. Semua kunjungan dan kegiatan dilakukan dengan berjalan kaki. Bila kaki sudah mulai mem bengkak karena terlalu banyak beejalan, maka rombobgan akan berhenti satu atau dua hari dikampung yang mereka singgahi.
Kemudian berjalan lagi menuju desa selanjutnya, ditenfah teriknya matahari. Bila hujan tiba, akan dicari pohon rindang tempat berteduh. Sebegitu "sederhana kehidupan para pionir Perti di Riau" namun hari demi hari dilalui dengan penuh kegembiraan. Malam hari dirumah penduduk yang disinggahi, masyarakat akan berkumpul mendengarkan cermah buya Marifat tentang Perti.

