Ini wajah kedua tahanan Lapas Pekanbaru, Satriandi dan Nugroho yang melarikan diri, Rabu (22/11). Foto IG

Ini Dia Tampang Dua Tahanan Lapas Pekanbaru yang Kabur

Rabu,22 November 2017 - 20:55:51 WIB | Di Baca : 4353 Kali

HARIANRIAU.CO - Petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan pihak kepolisian, saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang tahanan kabur. Kedua tahanan tersebut adalah Satriandi alias Andi (29) dan Nugroho Dwi Antoro alias Kecuk (25).

Sosok kedua tahan kabur ini dikenal beringas. Bagaimana tidak, Satriandi merupakan tersangka kasus pembunuhan dan peredaran narkoba.

Ia ditangkap oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru beberapa bulan lalu. Mantan polisi ini ditembak polisi saat ditangkap, karena mencoba melarikan diri.

Untuk diketahui juga, Satriandi merupakan tersangka pengedar narkotika yang lompat dari lantai delapan hotel Aryaduta Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Sedangkan Nugroho Dwi Antoro, merupakan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan (curas), yang divonis dua tahun enam bulan penjara.

Petugas Lapas Lalai


Satriandi dan Kecuk akhirnya berhasil kabur dari jeruji besi, Rabu (22/11) sekitar pukul 16.40 WIB. Petugas lapas diduga lalai saat melakukan penjagaan.

Hal itu diakui oleh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yulius Sahruja, saat dimintai keterangan oleh wartawan.

"Satriandi awalnya ngotot untuk mengambil kiriman. Di pintu terakhir ada dua petugas jaga lalu mengusirnya," kata Yulius dikutip dari laman riauaktual.

Lalu Satriandi menodongkan senjata diduga senjata api (senpi) kepada petugas dan dibantu oleh Nugroho untuk kabur.

"Petugas jaga dipukul. Pintu jaga tak dikunci. Harusnya pintu itu dikunci. Lalu tersangka membukanya. Sepertinya sudah direncanakan," akui Yulius.

Kemudian kedua tahanan kabur ke arah depan Jalan Kapling. Ternyata mereka sudah ada yang menunggu di mobil warna hitam diduga Innova melarikan kedua tersangka tersebut.

"Terkait senpi, kita masih mengumpulkan informasi. Apa itu korek api atau tidak belum bisa kita pastikan. Dan kita juga menyelidiki dari mana senjata itu berasal," sambung Yulius.

Lebih jauh dikatakannya, sekitar pukul 11.00 WIB. Satriandi dijenguk oleh dua orang bernama Hasbi dan Resti ke Lapas Pekanbaru.

Selanjutnya sekitar pukul 16.40 WIB, Satriandi kabur dari tahanan bersama Nugroho, yang tinggal satu blok di Lapas.

"Kedua tahanan ini kita duga dibawa oleh pembesuk sebelumnya (Hasbi dan Resti)," kata Yulius meyakini.

Dia mengaku pada saat dua tahanan kabur, rekaman CCTV tidak aktif, karena rusak.

"CCTV kita rusak disambar petir baru-baru ini," kata Yulius.

Dia menambahkan, Satriandi telah divonis 20 tahun penjara. Dan Nugroho 2 tahun enam bulan penjara.

Di ketahui, Satriandi baru saja dipindahkan dari Rutan Sialang Bungkuk ke Lapas Pekanbaru.

"Baru dua bulan pindah ke Lapas," kata Kepala Rutan Sialang Bungkuk, Azhar pada Riauaktual.com, Rabu (22/11).

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap dua tahanan kabur.

"Tim sudah dibentuk terdiri dari Polresta Pekanbaru, Polda Riau dan Lapas," kata Santo.

Pihaknya saat ini fokus untuk melakukan pengejaran terhadap dua tahanan kabur tersebut.

Saksi Lihat Orang Minta Tolong

Salah seorang saksi mata, Anca, mengaku melihat kaburnya tahanan dari Lapas Pekanbaru tersebut.

"Saya lihat ada orang minta tolong. Saya kira orang kelahi. Lalu nampak satu orang lari dan masuk mobil warna hitam," kata Anca pada Riauaktual.com.

Anca pun bergegas memberitahu kepada warga lainnya. Setelah itu dia melihat petugas Lapas keluar dan mengejar mobil tersebut.

"Saya gak nampak berapa nomor polisi mobilnya. Yang jelas mobil itu langsung tancap gas," kata Anca.

 

Sumber: riauaktual.

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...