Mulyati

Cekcok Bahas Rencana Pernikahan, Mulyati Terlempar dari Mobil

Jumat,08 Juni 2018 - 23:48:39 WIB | Di Baca : 965 Kali

HARIANRIAU.CO - Cinta berujung petaka. Kalimat singkat itu menggambarkan jalinan asmara antara Zaini (34) dan Mulyati (36). Sepasang kekasih itu terlibat cekcok setelah mengurus administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) di Jalan MT Haryono, Senin (4/6) sekira pukul 14.00 Wita.

Selesai urusan administrasi, Zaini dan kekasihnya beranjak pergi mengendarai mobil Toyota Ayla bernomor polisi KT 142 A warna putih.

Disopiri Zaini, keduanya hendak pulang ke rumah kontrakannya di Perumahan Pondok Karya Agung (Poka). Melewati Perumahan BDS, mobil melaju ke arah Jalan Iswahyudi, melewati Pasar Buton.

Saat kendaraan roda empat itu melaju di depan restoran kepiting dan masih melesat kencang, Mulyati terlempar keluar dari mobil. Ia terhempas ke aspal jalan.

Tubuh Mulyati terpental, korban sempat dibawa ke apotek di seberang jalan, tapi tak lama kemudian Mulyati sudah tak bernyawa.

Seorang pengendara motor yang bermaksud menyelamatkan korban gagal karena mobil yang dikendarai Zaini tiba-tiba mundur dan menabrak warga yang bermaksud menolong tersebut.

Kepergian Mulyati mengundang protes pihak keluarga dan menduga sang pacar telah dengan sengaja menghabisi nyawa korban.

“Kalau menurut keluarga korban itu dibunuh, karena menurut mereka kondisi korban tewas itu bukan karena jatuh. Kami belum bisa memastikan, masih dilakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Balikpapan Selatan, Kompol M Jufri Rana, seperti dikutip dari Balikpapan Pos, Jumat (8/6/2018).

Apalagi, keluarga menerima informasi, ketika di dalam mobil Zaini dan Mulyati tengah adu mulut. Mereka bertengkar, karena Mulyati yang usianya dua tahun lebih tua dibandingkan kekasihnya itu ngotot, meminta segera dinikahi secara sah dan diakui negara melalui Kantor Urusan Agama. Sementara Zaini menyatakan sanggup menikahi Mulyati secara sah, tapi hanya nikah siri.

Mulyati tetap bersikukuh dengan keputusannya, akhirnya Zaini yang masih dalam posisi menyetir mengancam untuk memutus hubungan asmara.

“Di perjalanan itu ada pertengkaran kecil-kecilan di dalam mobil. Perempuan itu minta dinikahi. Nah, yang laki-lakinya maunya nikah siri aja dulu. Sejak itu, dalam perjalanan terus bertengkar masalah hubungannya itu,” ungkap Jufri.

Pengakuan Zaini, saat di puncak emosi itulah, kekasihnya membuka pintu mobil sementara kendaraan masih melaju kencang. Perempuan berkulit putih dan berparas ayu ini akhirnya terhempas di aspal jalan hingga tewas. Kepala korban terbentur aspal dan mengalami luka di bagian belakangnya.

Namun keluarga almarhumah tidak percaya dengan keterangan Zaini dan yakin Mulyati tewas karena dibunuh. Pasalnya, tidak ada luka lecet di tubuh Mulyati.

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Menurut Jufri, saat kejadian tak banyak yang melihat lantaran terjadi di dalam mobil tersebut. Sehingga yang mengetahui persis adalah Zaini.

Dari keterangan Zaini, polisi belum menemukan unsur pembunuhan. Namun itu bukan kesimpulan, lantaran masih dilakukan pendalaman dan mencari sejumlah fakta serta bukti lainnya.

“Ya, nggak ada yang lihat karena ‘kan terjadinya di dalam mobil, tiba-tiba dia buka pintu mobil terus jatuh,” pungkasnya.


sumber: pojoksatu

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...