Kian Tercekik, Suzuki Bersiap Tinggalkan China

Kian Tercekik, Suzuki Bersiap Tinggalkan China

HARIANRIAU.CO - Popularitas kendaraan kecil yang semakin berkurang di China rupanya berpengaruh besar buat Suzuki. Sebuah laporan terbaru dari NHK World menyebut, Suzuki tengah bersiap hengkang dari China.

Artinya pabrikan asal Jepang itu akan berhenti memproduksi mobilnya di sana. Sementara fokus bisnis akan dialihkan sepenuhnya ke India, di mana negeri Bollywood merupakan pasar penting mereka secara global. Demikian seperti dilansir dari NHK, Minggu, 24 Juni 2018.

Laporan juga menyebut, India adalah pasar luar negeri utama mereka, di mana Suzuki berhasil menjual banyak sekali kendaraan tiap tahunnya. Apalagi mobil mereka yang laris bukan cuma segmen A, melainkan juga segmen B.

Sementara di China, banyak masyarakatnya yang kian menuntut model mewah dan kendaraan dengan ukuran lebih besar. Halangan lain yang memperkuat mereka hengkang dari China adalah harus berhadapan dengan undang-undang untuk memproduksi lebih banyak Kendaraan Energi Baru (PHEV, BEV, dan FCEV).

Sekadar diketahui, Suzuki beroperasi di China melalui dua perusahaan patungan: Changhe Suzuki Automobile Co. dan Changan Suzuki Automobile Co. Beberapa hari lalu, Suzuki sudah mengumumkan pembubaran kemitraan dengan Changhe Automobile.

Di India, Suzuki memiliki rencana besar. Pada 2020, mereka berencana untuk menjual dua juta kendaraan setiap tahun di sana. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, anak perusahaan lokalnya berencana untuk menumbuhkan jaringan penjualannya hingga 4.000 outlet pada akhir dekade ini.

Pada tahun 2020, mereka juga akan merilis Suzuki EV pertama yang berbasis pada Maruti Wagon R. Suzuki juga telah membentuk perjanjian dengan Toyota untuk berbagi kendaraan dan teknologi di India.(viva.co.id)

Halaman :

Berita Lainnya

Index