Enok, Kecamatan Tua yang Masih Terisolasi

Sabtu,30 Juni 2018 - 21:03:01 WIB | Di Baca : 1692 Kali

HARIANRIAU.CO – Sebagai Kecamatan tua di kabupaten Indragiri Hilir, Kecamatan Enok dinilai kalah berpacu dengan kecamatan-kecamatan lain. Khususnya Kelurahan Enok sebagai pusat pemerintahan dan yang dahulunya sebagai sentral perekonomian kini jauh tertinggal dibanding dengan desa-desa.

Isolir akses terapostasi darat menjadi faktor daerah ini; Keluarahan Enok dan beberapa desa lainnya lambat berkembang. Berbeda dengan desa-desa yang berada di jalur jalan lintas Samudra, pembangunan dan perekonomian berkembang pesat.

Dengan sistem multiyear, sejak tahun 2011 hingga 2014 Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir membangun Jembatan Enok dengan tujuan membuka isolasi darat beberapa daerah di Kecamatan Enok sehingga terhubung langsung dengan jalan lintas Samudra. 

Namun disayangan proyek yang menelan APBD puluhan milyar itu mangkarak dan bermasalah. Belum lama ini Kejaksaan Negeri Kabupaten Indragiri Hilir kembali  menetapkan 6 tersangka dalam kasus dugaan tindak korupsi Proyek Pembangunan Jembatan Enok tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Inhil seperti tampak bingung dan seolah masih terpaku menunggu proses hukum terhadap dugaan korupsi proyek untuk bisa melanjutkan pembangunan jembatan yang telah menjadi dambaan masyarakat Enok dan sekitarnya tersebut.

“Masih ngambang, belum tuntas masalahnya tu, masih terkendala proses di kejaksaan. Jembatan ini memang vital bagi masyarakat, tapi rencana pembangunan kedepan masih menunggu hasil dari kejaksaan, kalau perintah lanjutkan ya dilanjutkan,” ujar Kepala DPUPR Inhil, Illyanto melalui Kabid Bina Marga Enta Entriawan di Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Selain melalui jalur lintas Samudra, akses menuju ibu kota tembilahan melaui jalan lintas Enok, namun saat ini kondisi jalan yang berstatus jalan Provinsi tersebut sangat meprihatinkan. hancur dan berlubang, besi-besi betonnya terbuka, selain itu beberapa jembatan juga sudah dalam kondisi berlobang dan rusak parah. Tak ada pilihan bagi masyarakat disana.

“Tolonglah pemerintah daerah, tolong perhatikan jalan masyarakat Temilahan-Enok rusak parah, masyarakat sakit encok dan rasanya pegal-pegal semua persendian badan jika melewatinya,” ujar Yadi (29) salah satu warga Kecamatan Enok belum lama ini.

Sejak lama, kondisi ini menjadi perhatian Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Edy Harianto Sindrang. Sebagai putra asli kelahiran Enok, dirinya merasa malu dengan pembangunan yang tak kunjung tuntas.

“Sebagai putra daerah saya merasa malu dengan kondisi yang demikian, Kecamatan tua tapi masih terisolasi,” ujar Edy Sindrang, Sabtu (30/06 2017).

Tahun 2016, Pemerintah Provinsi Riau memanggangarkan peningkatakan ruas jalan lintas enok yang dimulai dari seberang Tembilahan, namun proyek tersebut juga terbengkalai dan belum ada kelanjutan. Ini juga menjadi salah satunyang dikeluhkan Edy Sindrang.

“Jalan tersebut merupakan akses vital banyak desa yang bergantung kepada jalan tersebut, kita minta segera digesa. Atau Tarik saja menjadi jalan kabupaten biar mudah kita memperjuangkannnya,” tegas Edy Sindrang.

Masalah jembatan enok yang masih mangkarak, Edy Sindrang berharap persoalam hukum di mega proyek tersebut segera selesai sehingga proses pembangunan segera dilanjutkan. Impian yang sudah seian lama dinantikan warga Enok.

“Kita berharap persoalan hokum (kasus korupsi) jembatan enok secepatnya selesai, sehingga segera diaudit dan secepatnya dilanjutkan pembangunannya,” tukas Ketua AMPG Inhil itu. 

 

Rilis

Share Tweet Google + Cetak