Kepala Dinas Pendidikan Riau, Rudyanto

Mendikbud Ubah Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019

Rabu,26 Juni 2019 - 13:07:18 WIB | Di Baca : 119 Kali

HARIANRIAU.CO - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya merevisi peraturan Menteri terkait penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) nomor 51/2018.

Jika dalam Permendikbud sebelumnya, jalur zonasi yang ditetapkan 90 persen, 5 persen jalur prestasi dan 5 persen jalur pindah tugas orangtua/wali, maka kini mengalami perubahan dimana untuk jalur zonasi 80 persen, jalur prestasi 15 persen dan jalur pindah orangtua 5 persen. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, Rudyanto, mengatakan, perubahan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) dari Mendikbud untuk revisi PPDB tahun 2019 ini. Dan ia meminta kepada seluruh Kabupaten/Kota untuk mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Mendikbud.

“Ya, dalam surat itu revisi penerimaan jalur prestasi di tambah dari 5 persen menjadi 15 persen. Tapi untuk jalur zonasi tetap dijalankan tapi berkurang menjadi 80 persen, dan jalur pindah orang tua tetap 5 persen,” ujar Rudy.

Dipaparkan Rudy, SE tersebut keluar setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah dan Kabupaten Kota untuk PPDB Kamis lalu. Sementara SE tersebut diterbitkan pada Jumat kemarin.

“PPDB kan dari tanggal 1 sampai 4 Juli, dan masyarakat juga bisa memahami apa yang telah menjadi peraturan pemerintah untuk PPDB. Masih ada waktu mensosialisasikannya,” kata Rudy.

Sebelumnya diberitakan, PPDB tahun 2019 sesuai Permendikbud jalur zonasi 90 persen tersebut tidak berdasarkan nilai siswa. Berapapun nilai siswa yang akan masuk ke sekolah yang masuk dalam zonasi wajib diterima. Minimal 500 meter dari sekolah tempat tinggalnya. Dan untuk warga kurang mampu diperbolehkan lebih dari zona minimal.

Sistem zonasi menjadi basis data dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan peta sebaran distribusi guru, ketersediaan sarana prasarana dan fasilitas sekolah, termasuk wajib belajar 12 tahun. Dan tidak ada lagi perbedaan sekolah favorit yang menampung khusus siswa dengan nilai tertinggi.

“Jadi tidak ada ketimpangan dengan stigma sekolah favorit dan tidak favorit. Tujuan sistem zonasi, untuk menghilangkan dikotomi antara sekolah favorit dan nonfavorit. Menghilangkan eksklusifitas dan diskriminasi sekolah. Berupaya menjadikan semua sekolah sama baiknya dari seluruh Indonesia,” kata Rudy.

Namun dikarenakan adanya masukan dan menampung aspirasi masyarakat, Pemerintah merubah Permendikbud penerimaan PPDB untuk jalur prestasi.(MCR)

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...