Era Mobil Legendaris Volkswagen Beetle Sudah Berakhir

Era Mobil Legendaris Volkswagen Beetle Sudah Berakhir

Sabtu,13 Juli 2019 - 09:30:49 WIB | Di Baca : 151 Kali


HARIANRIAU.CO - Dengan persaingan yang kian ketat dan rendahnya permintaan sejak abad ke-20, Volkswagen (VW) akhirnya menghentikan produksi VW Beetle. Produksi mobil legendaris yang di Tanah Air dikenal dengan sebutan VW Kodok disetop pada Rabu (10/7), setelah mengaspal pertama kalinya pada 1938 silam.

Tanda-tanda hilangnya pengaruh VW Beetle sudah terlihat sejak Volkswagen Type 1 kurang laku di pasaran karena kalah bersaing dengan Honda Civic, Hyundai Elantra, Mini Cooper, dan Fiat 500. Kondisi tersebut membuat Volkswagen harus mengucapkan salam perpisahan kepada VW Beetle di pabrik perakitan VW di Puebla, Meksiko, pertengahan pekan ini. 

Dikutip harianriau dari laman sindonews, mobil berwarna biru denim menjadi edisi terakhir VW Beetle. VW Beetle yang dirancang Ferdinand Porsche itu telah terjual lebih dari USD23 juta (Rp322 miliar) di seluruh dunia selama delapan dekade. “Kematian VW Beetle setelah melalui tiga generasi dan hampir tujuh dekade membuat kami terharu,” ujar CEO VW Meksiko, Steffen Reiche, dikutip SCMP.

Manajemen VW mengungkapkan akan memproduksi sekitar 65 unit VW Beetle sebagai edisi terakhir. Mobil itu akan dijual secara daring di Meksiko dengan banderol sekitar USD21.000 (sekitar Rp294 juta) per unit. Setiap mobil VW Beetle edisi terakhir akan dilengkapi plakat komemorasi di sisi kirinya dari angka satu sampai 65. Warna yang tersedia meliputi biru, hitam, putih, dan krem. 

Sebagian karyawan VW Meksiko yang mengenakan seragam kuning cerah bertuliskan ‘Terima Kasih Beetle’ mengaku berat mendengar kabar tersebut. “Siapa yang tidak ingin mobil seperti ini yang dibuat orang Meksiko?” ujar teknisi produksi VW Meksiko, Roberto Benitez, 40 tahun. “Saya merasa sedih karena Beetle sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya bekerja setiap hari dan bergantian dengan teman saya untuk memberikan hasil terbaik. Saya bangga dengan hal itu,” ungkapnya.

Pengumuman penghentian produksi VW Beetle dikeluarkan VW sejak akhir September 2018. Alasannya, VW Beetle tidak menghasilkan keuntungan. Saat itu VW sedang berjuang memulihkan reputasi dan keuangan setelah dituduh melakukan kecurangan uji emisi sebanyak 11 juta mobil tiga tahun sebelumnya.

Mobil Rakyat

Konsep asli VW Beetle, termasuk visi-misi dan nama perusahaan, merupakan representasi dari mobil rakyat, yaitu mobil praktis dan terjangkau yang digagas Ferdinand Porsche dan Fuehrer Jerman Adolf Hitler (1934-1945). Meski sudah dirancang sejak tahun 1930-an, VW Beetle baru diproduksi massal pada tahun 1940-an.

Pada awalnya, industri automotif di Jerman masih terbatas pada mobil mewah. Hitler yang naik menjadi kanselir Jerman pada 1933, memerintahkan Porsche untuk mengembangkan VW (volks= rakyat, wagen= mobil) yang dapat menampung lima orang dan hanya menghabiskan tujuh liter bahan bakar minyak per 100 kilometer.

VW memiliki peran dalam membantu perekonomian Jerman. Namun, sejak Jerman kalah dalam Perang Dunia II, produksi mobil di Jerman dibatasi sebesar 10%. Pabrik VW juga diambil alih Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Sedikitnya 20.000 unit mobil VW Beetle yang diproduksi pada 1946 diperuntukkan militer Inggris.

Sejak saat itu, VW diperbolehkan memproduksi VW Beetle untuk masyarakat sipil dan mengalami sukses besar dari 1950–1960. Pada 1972, VW Beetle diproduksi sebanyak 15 juta unit hingga melampaui rekor Ford Model T. Setahun berikutnya, jumlah produksinya mencapai 16 juta unit dan pada 1992 sebanyak 21 juta unit.

Penjualan Anjlok

Kendati bertahan hingga 2000, VW Beetle secara berangsur mulai merasakan persaingan keras sejak munculnya mobil modern. Pada 1970-an, perusahaan asal Jepang, Toyota, mengeluarkan Corona, sedangkan Nissan mengeluarkan Datsun 510. Kedua produk baru itu memiliki fitur yang lebih canggih yang tidak dimiliki VW.

Honda lalu masuk ke dalam pasar automotif Amerika Utara dan Eropa dengan mengeluarkan seri N600 yang berevolusi menjadi Civic. Tiga perusahaan asal Jepang itu berhasil menggeser VW dan mendominasi penjualan, terutama di Amerika Utara. Persaingan juga datang dari Eropa yang dipimpin Ford, Fiat, Opel, dan Renault.

Selama 1970-an, penjualan VW Beetle di Amerika Utara dan Eropa mulai anjlok. Meskipun VW merilis model baru seperti Type 3, Type 4, dan K70, mereka tidak mampu bersaing. Kebergantungan terhadap Beetle menyebabkan VW mengalami krisis keuangan hingga membutuhkan bantuan dana dari pemerintah.

Memasuki 1978, VW membuka pabrik perakitan VW Beetle di Brasil dan Meksiko mengingat biaya operasinya lebih rendah. VW Beetle yang mengandalkan pasar AS sampai 1977 dan Eropa sampai 1985 kesulitan bertahan. Produksi tahunan VW Beetle pun anjlok dari 1,3 juta unit pada 1971 menjadi 30.000 unit pada 2003.




Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...