Presdir PT KLK Dumai yang dilaporkan warga di Jalan Tunas Muda, Marlan Jaya RT 010 Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selatan karena membawa seorang wanita bukan istrinya ke rumahnya. Foto: riauterkini.

Bawa Istri Orang ke Rumah, Presiden Direktur PT Kuala Lumpur Kepong di Dumai Digelandang Warga

Kamis,19 September 2019 - 23:13:36 WIB | Di Baca : 311 Kali


HARIANRIAU.CO - Diduga membawa seorang perempuan bukan muhrimnya ke dalam rumah pada malam hari, NA (35), petinggi PT Kuala Lumpur Kepong Berhad digerebek warga di Dumai.

NA yang berstatus sebagai warga negara asing tersebut  diamankan warga bersama seorang wanita berinisial  FS di Jalan Tunas Muda, Marlan Jaya RT 010 Kelurahan Bukit Datuk, Dumai Selat digerebek warga, Jumat (6/9/2019) lalu sekitar pukul 22.30 WIB.

Sebelumnya, warga mengaku sudah lama mencurigai gerak gerik keduanya. Apalagi keduanya bukan berstatus suami istri. Namun hanya memperhatikan saja. 

Pada malam itu, di ruang tengah rumah itu tampak lampu padam tidak menyala. kesabaran warga  akhirnya habis, dan mereka mengintai. Begitu dipastikan keduanya berada di dalam rumah, warga pun menggedor rumah  yang ditempati petinggi perusahaan itu. 

Saat itu, sebagaimana dilansir dari riau terkini, pintu sempat dibuka oleh NA yang hanya menggunakan kaos dalam dan celana pendek. Sementara itu sebuah mobil tampak sudah dalam posisi hidup distarter  diduga hendak meninggalkan rumah.

Melihat warga yang ramai, NA sempat menanyakan pada warga  ada apa mendatangi rumahnya lalu masuk kembali ke dalam rumah. Sementara mobil yang semula dalam kondisi hidup mesin dimatikan kembali.

Saat kejadian penggerebekan, ternyata suami FS, RY yang tinggal di Jalan Jaya Mukti Dumai Timur  juga hadir  karena dimintakan RT dan sempat ditanyakan warga untuk mengkonfirmasi kalau wanita yang ada di dalam rumah tersebut adalah istrinya, dan dia membenarkan.

"Sebelum penggerebekan saya ditelpon pak RT untuk menyaksikan kejadian tersebut, hingga dibawa ke Polsek Dumai Barat. Namun, proses tidak ketemu titik terang hanya sebatas surat pernyataan saja," ujar RY menjelaskan.

Cerita singkat RY saat di Polsek Dumai Barat, RY menambahkan, istrinya mengaku tidak takut karena pertemuan mereka di rumah tersebut perihal rekan bisnis.

"Padahal dia masih istri saya yang sah, istri saya juga tidak bisa menunjukkan surat cerai saat itu," kata RY yang didampingi kuasa hukum Ria Narfiady, SH usai melaporkan ke Polres Dumai.

Menurut RY, saat itu ketua RT dan warga menggerebek istrinya FS tengah berduaan dengan NG, tanggal 06 Juni 2019 pukul 22.30 WIB. Kondisi pintu depan terkunci dan lampu area parkir mati serta lampu ruang rumah juga mati sehingga kecurigaan warga yang sering melihat hal tersebut.

"Warga mendatangi rumah NG, sekitar pukul 22.55 Wib, NG menggunakan kaos singlet dan celana pendek mengantar FS masuk ke dalam mobil dan NG berlanjut untuk membuka pintu pagar, sebelum membuka NG sudah melihat warga ramai di depan dan kembali menjumpai FS dan masuk kembali ke rumah melalui pintu belakang," cerita RY saat itu sudah di lokasi rumah NG.

Tambahnya, warga melihat NG masuk kedalam rumah melalui pintu belakang serta FS mematikan mesin mobil, sebagian warga meneriaki lansung menghampiri FS dan memanggil NG untuk keluar dari rumahnya, NG keluar melalui pintu depan mengatakan ke warga, ada apa?.

"Warga menanyai ke saya, apakah FS benar istri kamu, saya jawab benar dan saya tambahi pukul 19.35 Wib, FS meminta izin akan pergi olahraga serta lanjut ke acara rumah temannya dan pulang pukul sebelas. Pengakuan warga ke saya FS sudah di rumah NG sejak pukul 21.36 Wib.

Untuk memperimbang pemberitaan, sebagaimana dilansir dari riauterkinicom, media  mencoba konfirmasi langsung kepada Presiden Direktur PT KLK Dumai L Na perihal penggerebekan yang terjadi di rumah sewanya oleh warga setempat, namun konfirmasi melalui pesan singkat tak dibalas.

Tidak berhenti disitu, riauterkinicom  juga mencoba konfirmasi langsung kepada Humas PT KLK Dumai Yogi, perihal penggerebekan yang melibatkan Presdir PT KLK Dumai NA dengan seorang perempuan berinisial FS yang bukan istrinya oleh warga.

"Benar ada penggerebekan dan sudah mediasi di Polsek Dumai Barat. Saya juga gak bisa berbicara banyak ya Pak. Sementara ini saya mau fokus diskusi dengan Polres terlebih dahulu, karena suaminya bertele-tele," ujar Yogi, Rabu (18/9/19).

Yogi berkali-kali menegaskan, bahwa Pimpinannya  NA  mengaku siap jika suami dari FS melaporkan masalah ini ke proses hukum. "Pimpinan saya mengaku siap jika masalah ini terus dilaporkan sama suami FS. Karena pimpinan saya berkeyakinan tidak melakukan kesalahan," jelasnya singkat di Kedai Kopi Ali.

sumber: riausky.com




Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...