Wagubri Peninjauan lapas Bagansiapiapi

Pemkab Rohil Dukung Program P4GN Tes Urine Aparatur Sipil Negara

Rabu,06 November 2019 - 10:31:20 WIB | Di Baca : 196 Kali

HARIANRIAU.CO - Program Sosialisasi P4GN dibentuk terdiri berbagai unsur BNN, Kejaksaan, kepolisian dan berbagai unsur keagamaan dibentuk wakil Gubernur Riau (Wagubri) sebagai Dansatgas bagian penindakan tersebut.

Demikian disampaikan Wagubri H.Edy Natar Nasution, Senin (05/11/2019) digedung H. Misran saat pembukaan acara Sosialisasi P4GN ditaja oleh Kesbangpol Riau.

Edy Natar menegaskan P4GN dibentuk supaya melancarkan sosialisasi merupakan bagian kegiatan sosial masyarakat telah dilakukan dipekan baru serta tempatnya seluruh wilayah Provinsi Riau.

Ia mengatakan sosialisasi disampaikan bisa menyangkau terutama kalangan pelajar dan kalangan mahasiswa serta anggota masyarakat karena kita sangat prihatin terhadap peredaran narkoba khusus wilayah di Riau

"Kita lihat pintu masuk daerah pesisir sangat terbuka seperti pulau rangsang, pulau rupat kabupaten tempat tempat yang sangat diprihatinkan masuk narkoba" terangnya.

Pemerintah Riau telah upaya melakukan secara mendadak test urine seluruh personil dispora riau saat menanggani pemuda dan olahraga, ternyata tertangkap tujuh orang pekerja harian lepas, tindakan tegas laporan kegubri ambil tindak tegas dilepaskan tidak lagi pekerja harian lepas.

Program test urine secara bertahap bagi ASN untuk itu siap siaplah ASN dilakukan test urine mendadak dipersiapkan. 

Kemudian persiapan melibat Camat dan lurah, perangkat desa 

Bupati juga mengumpulkan unsur unsurnya sampai tingkat RT dan RW supaya mereka nanti memiliki suatu kesadaran membangun jangan sampai masyarakat terkena jaringan narkoba walalupun sebagai kurir .

Peredaran narkoba sekarang, kata Edy Natar banyaknya jalan jalan tikus daerah pesisir, untuk itu kami melibatkan Dansatgas danalanal untuk menutup jalan akses dari laut saat ini terus membangun komunikasi pihak malaysia karena waktu dekat akan beroperasi Roro dari melaka via rupat

Kata Wagubri membangun kerjasama untuk menutup masuk akses narkoba peran penting masyarakat melalui perangkat desa memberikan suatu pemahaman, jangan sampai mereka tergiur dengan bekerja sebagai kurir narkoba dengan penghasilan sangat besar, tapi merugikan dia sendiri dan keluarganya.

Pada sela Sela peninjauan lapas Bagansiapiapi, Wakil Gubernur Riau, Edi Natar mengatakan akan berupaya tingkat provinsi karena lapas menjadi program Kemen hum dan ham 

"Kita sangat kesulitan untuk membangun bangun lapas membutuhkan anggaran tidak sedikit hampir Rp 100 milyar Sedangkan kemampuan dana daerah sangat terbatas begitu juga pihak kementrian" terang Wagubri 

Pembangunan lapas Bagan siapiapi direncanakan gagal, Wagubri menjelaskan mungkin berbagai pertimbangan skala proritas, bahkan kepala lapas sendiri selalu juga membangun komunikasi kepusat berbagai pertimbangan skala proritas, telah dilakukan, karena yang, kita tahu hanya disini lapas over kapasitas, mungkin juga ditempat lain lebih parah over kapasitas.

Sementara Bupati Rokan Hilir H.Suyatno sangat merespon Sosialisasi P4GN dan test urine bagi ASN ," Ini merupakan program BNK salah satu sudah diarahkan untuk sosialisasi tiap daerah bahkan sudah berjalan, tapi belum maksimal terkait dengan masalah anggaran "kata dia 

Menurut Bupati Rohil H.Suyatno Program P4GN bagus tetap didorong mudah mudahan 2020 kebijakan ketua BNK Rohil dilanjutkan "Program test urine ASN Bagi Saya Oke, tidak ada masalah, kita dukung cuman kostnya sangat besar, dipelajari berapa biaya harus dipersiapkan untuk rencana test urine" terang Bupati 

Apresiasi terobosan dilakukan Wagubri, sangat luar biasa akan dilakukan koordinasi baik Kapolres dan Dandim serta kamtibmas, tambahnya Bilamana ada indikasi, harus waspada wilayah Rokan hilir perbatasan langsung selat melaka, banyak pelabuhan tikus seperti pesisir panipahan, sinaboi, pulau halang Kubu, Bangko dan provinsi riau berbatasan sumut 

"Kita berada diporos paling yang depan tidak tertutup kemungkinan pula masuk dari sumut, begitu juga sebaliknya, namun harus mewaspadai bagi pemangku pemangku untuk berkordinasi dengan baik "kata suyatno lagi 

Saat ini bahwa penghuni lapas Bagansiapiapi 770 Over kapasitas 45 persen penghuni lapas tersebut tahanan tindak pidana kasus narkoba, Saking padatnya tidur pakai buaian, jarak plafon hanya sejengkal dari tempat tidur

Bahkan sambung Suyatno bahwa Rutan lapas pernah dikunjungi menteri Hum dan Ham Yossana Laoly, dia merepon sangat prihatin inilah penghuni terbesar nomor satu se-indonesia, ini bukan lagi tahanan sudah termasuk penyiksaan lanjutnya 

"Saya minta wagubri untuk  jembatani lapas Bagansiapiapi bisa pindah diujung tanjung dan bisa berdampingan dengan Polres dan kantor pengadilan negeri Rokan hilir"harapnya 

Sedangkan, Kapolda Riau diwakili Kasubditsos, AKP Yung menyebutkan data BNN hampir 50 orang setiap hari meninggal akibat ketagihan narkoba

AKP Yung, menyebutkan Pemakai narkoba walaupun  satu kali, tapi bisa membuat orang ketagihan meskipun itu seperti obat kuat, konsumsi narkoba membuat otak jadi kecil, tidak berpungsi, dan tidak bisa berpikir panjang 

Kepolisian terus melakukan pencegahan narkoba melalui Bhabinkamtibmas kerjasama dengan tiga pilar melibatkan lurah dan desa serta Babinsa diperdesaan 

"Diminta seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan anak dan keluarga jangan sekali kali terpengaruh dengan narkoba walaupun hanya coba coba " tegas Yung. (Advertorial Humas Rohil) 

Share Tweet Google + Cetak