Satpol PP Pekanbaru Jaring 33 Pelajar Bolos Sekolah

Senin,18 November 2019 - 23:28:27 WIB | Di Baca : 248 Kali


HARIANRIAU.CO - Bermain saat jam pelajaran berlangsung, puluhan pelajar terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru disejumlah warnet yang ada di wilayah Pekanbaru, Senin (18/11) siang. 

Razia rutin ini digelar petugas Satpol PP dari pukul 10.30 WIB hingga siang. Para petugas menyasar kesejumlah warung internet (Warnet) disekitaran jalan Hangtuah Pekanbaru. 

Dikawasan tersebut, terlihat beberapa pelajar tengah asik bermain game online di warnet dan tidak bisa berbuat banyak, saat petugas melakukan penertiban. Pelajar ini pun digiring ke dalam mobil petugas tanpa perlawanan. 

Tidak hanya sampai disitu, petugas kembali menyisir beberapa warnet disekitaran Jalan Bukit Raya, dan kembali mendapati puluhan pelajar di beberapa warnet. Mereka bolos sekolah untuk bermain game online di warnet tersebut. 

Seputaran Jalan H Imam Munandar pun tidak luput dari sasaran petugas. Satu persatu Warnet yang berada di kawasan tersebut diperiksa. Alhasil dari seluruh tempat yang dilakukan penyisiran, petugas berhasil menjaring 33 orang pelajar yang bolos sekolah dan kedapatan sedang berada di warnet. 

Puluhan pelajar yang terjaring itu dibawa ke markas Satpol PP Pekanbaru. Petugas juga memeriksa tas sekolah mereka. Dari pemeriksaan, ditemukan dari beberapa pelajar yang membawa rokok, mancis dan pisau karter.

Pelajar yang terjaring dilakukan pendataan dan pembinaan oleh Satpol PP Pekanbaru. Mereka diminta menghubungi orang tua masing-masing, untuk dibuat surat pernyataan. 

Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono mengatakan, jika mereka yang terjaring ini akan dilakukan pembinaan dan didata serta diminta untuk membuat surat pernyataan. 

"Mereka kita jaring dari warnet tadi, ada juga dari kedai-kedai. kita lakukan pendataan dulu, kita akan panggil orang tua dan gurunya. Mereka kita suruh buat pernyataan," ujar Agus.

Agus juga sangat menyayangkan aksi beberapa pelajar yang kedapatan membawa rokok. Untuk pelajar yang membawa pisau karter tersebut, ia katakan pisau itu dibawa bisa jadi untuk praktek kerajinan sekolah. 

"Pisau itu dia bawa bisa saja untuk kerajinan sekolah, praktik sekolah. Tapi kalau rokok jelas tidak boleh, tapi itu akan kita serahkan ke guru mereka. Itu tugas guru," Jelas Agus. 

Puluhan pelajar itu masih ditahan hingga ada orang tua atau penjamin mereka untuk membuat surat pernyataan.


sumber: riauaktual.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...