HARIANRIAU.CO - Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Satu (Ikasmansa) Pekanbaru distribusikan sembako untuk korban banjir disejumlah kabupaten di Riau termasuk satu Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Pendistribusian bantuan sembako tersebut diserahkan secara simbolis sekaligus dilepas melalui perwakilan alumni oleh Ketua Umum DPP Ikasmansa Pekanbaru Arsadianto Rahman, didampingi pengurus alumni Rahmad Rahim yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau.
"Ini sebagai wujud kepedulian kita dari keluarga Ikasmansa Pekanbaru. Mudah-mudahan dapat bermanfaat, khususnya masyarakat terdampak banjir," kata Ketua Umum DPP Ikasmansa Pekanbaru.
Pria biasa disapa Anto Rahman yang juga Ketua Pemuda Pancasila Riau ini juga berharap, bantuan sembako diprioritaskan untuk masyarakat terpencil. Sehingga, sedikit banyaknya bantuan benar-benar dirasakan langsung manfaatnya.
"Sesegera mungkin diiditribusikan. Agar masyarakat terdampak banjr bisa merasakan. Diprioritaskan daerah yang terpencil atau jauh dari akses dan bukan yang sudah biasa mendapatkan bantuan," ungkap Anto.
Adapun 420 paket sembako terdiri dari beras, gula, minyak goreng dan mie instan tersebut hasil sumbangan para alumni Smansa Pekanbaru. Total dan yang dikumpulkan sebanyak Rp42 juta lebih.
Pengurus Ikasmansa Pekanbaru sekaligis panitia pendistribusian sembako peduli banjir, Prio Anggoro memaparkan untuk lima kabupaten di Riau yang mendapatkan bantuan sembako tersebut seperti Kuansing, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kampar mulai didistribusikan hari ini dan besok. Sementara untuk Rokan Hulu dijadwalkan Senin nanti.
"Masing-masing paket terdiri dari beras, gula, minyak goreng, mie instan nilainya sekitar 100 ribu rupiah," ujar Prio. erta mengurangi potensi kehilangan produksi disebabkan peristiwa abnormal seperti congeal, asap dan banjir di sejumlah lokasi di wilayah operasi dengan monitoring dan pencegahan.
"Selain itu, PT CPI bekerja sama dengan aparat keamanan RI dengan giat menjalankan program bersama demi mengurangi potensi kehilangan produksi karena pencurian minyak mentah (illegal tapping) dan pencurian di fasilitas lainnya," lanjut Nurhasan.
Pada kesempatan ini manajemen SKK Migas mengecek langsung fasilitas Terminal Minyak Dumai, Tank Farm, Central Pump Station dan Dumai Oil Terminal Control System (DOTCS). Fasilitas-fasilitas ini menggunakan sistem otomatisasi komputer yang mengontrol aliran minyak mentah ke dalam tangki penyimpan dan memompa minyak ke kilang Pertamina atau tanker di dermaga melalui sistem meteran tercatat. Tangki penyimpan yang dikelola PT CPI berjumlah 16 unit dan memiliki kapasitas total 5,1 juta barel. Selain minyak PT CPI, tangki ini juga menyimpan minyak dari KKKS Riau lainnya yaitu BOB PT BSP-Pertamina Hulu, SPR Langgak & Pertamina Hulu Energi Siak.
sumber: mediacenter.riau.go.id

