Astrid Aprilia (15) semasa hidup

Berdalih Titip Kado, Astrid Aprilia Tewas Dicekik, Pakaian Dilucuti, Dimasukkan ke Karung

Jumat,24 Januari 2020 - 00:29:10 WIB | Di Baca : 221 Kali


HARIANRIAU.CO - Polisi akhirnya mengungkapkan kronologi pembunuhan terhadap siswi SMA Astrid Aprilia (15) yang diduga dibunuh oleh Yoki (32) sopi angkot. Menurut polisi, korban tewas dengan cara dicekik lehernya dengan tangan kosong saat korban tengah berada di rumah tersangka.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika saat menggelar konferensi pers yang turut dihadiri oleh Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol. Inf Sigit Purwoko.

"Pelaku menyekap kemudian menyumpal mulut korban, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik dengan tangan kosong," kata Jeki dalam konferensi pers, Kamis (23/1).

Diceritakan dia, kronologis pembunuhan bermula saat tersangka Yoki menghubungi korban lewat ponsel pada sore hari tanggal 9 November 2019 meminta korban untuk mampir kerumahnya dengan alasan hendak menitipkan kado untuk teman korban, yang kemudian korban pergi ke rumahnya lantaran selama ini korban dengan tersangka sudah saling kenal.

Sampai di rumah tersangka, korban kemudian meminta minum dengan masuk ke bagian dapur, melihat situasi sepi lantaran istri dan anaknya tidak di rumah, timbul niat tersangka menguasai harta korban yang kemudian tersangka langsung menyekap korban.

"Dari keterangnya tersangka ini ingin menguasai harta korban, berupa sepeda motor, perhiasan dan handphone" imbuhnya.

Usai membunuh korban, tersangka kemudian melucuti pakaian yang dikenakan korban yang selanjutnya jasadnya dimasukkan ke dalam karung, bahkan usai dimasukkan karung jasad tersebut sempat dititipkan di samping rumah tetangganya agar tidak diketahui keluarganya.

Selang beberapa jam, tubuh korban dibawa tersangka untuk dibuang di bawah jembatan Sungai Air Merah menggunakan mobilnya dengan Nopol BD 6860 KH.

Selang beberapa hari kemudian, tersangka menghubungi keluarga korban menggunakan HP korban untuk meminta uang tebusan sebesar Rp 100 juta.

"Korban meminta uang sebesar Rp 100 juta kepada keluarga korban saat korban telah dibuang ke sungai," bebernya.

Saat diringkus, dari mobil tersangka petugas mendapati dua bilah senjata tajam, dua unit HP salah satunya milik korban yang disembunyikan dibalik karpet mobil bagian kemudi hingga celana dalam.

Kemudian setelah dilakukan penggeledahan di rumahnya didapatkan barang bukti lain berupa perhiasan emas, jam tangan, sepeda motor korban yang dititipkan dirumah tetangganya yang sudah berusia lanjut.

Sementara itu, tersangka Yoki saat ditanya awak media mengakui jika telah membunuh korban dengan cara dicekik saat istri dan tiga anaknya tidak berada dirumah.

"Saya ingin mengambil motornya pak, saya lucuti bajunya takut ada sidik jari saya pak, mayatnya cuma saya masukkan kekarung dan saya buang tidak saya potong-potong," bebernya.

Dia juga menungkapkan, dirinya sudah saling mengenal dengan korban sejak korban duduk dibangku SMP, dimana korban merupakan penumpang angkot langganannya.

Sumber: rmolbengkulu.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...