HARIANRIAU.CO – Masyarakat di kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau resah dengan maraknya pengisian premium disalahs atu Agen Premium dan Minyak Bensin (APMS).
Sahidin, seorang warga RT 03/RW 04 Dusun II Kampung Teluk Masjid, Sabtu mengatakan bahwa APMS harus peraturan dan ketentuan yang sesuai dengan surat yang telah disepakati bersama pada tahun 2013 silam.
“Surat pernyataan tersebut telah musyawarahkan dengan manajemen APMS, juga bersama Ketua RT setempat. Bahkan sudah diteken diatas materai 6000,” sebut Sahidin.

Dia mengatakan bahwa dalam surat tersebut berbunyi, bahwa pihak APMS memperbolehkan hanya mengisi satu jerigen.
“Ini tidak, pihak APMS telah melanggardari kesepakatan yang ada, dan juga telah melanggar aturan yang berlaku,” ungkap Sahidin.
“Premium bersubsidi itu diisi mengunakan jerigen dan diangkut pakai keranjang berkali-kali, bahkan pengisian jerigen itu tersebut terang-terangan. Hal ini membuat resah para warga setempat,” kata Sahidin.
Dia juga menuturkan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat kepada Camat Sungai Apit Wahyudi terkait hal tersebut.
Dan yang kedua, lanjutnya membolehkan masyarakat untuk mengisi dengan 1 jerigen atau Sebanyak 35 liter dengan ketentuan mendapatkan rekomendasi dari Desa setempat sebagai pengecer BBM.
“Nyatanya kenapa kok diperbolehkan melebihi dari ketentuan itu,” kesal Sahidin.
Sementara itu, Penghulu Kampung Teluk Mesjid, Ferly mengatakan bahwa APMS tersebut bukan wewenang pihak desa.
“Itu tidak ada wewenang kami dalam hal itu pak, karena mereka membuka PSBU. Di sini izinya resmi, tentunya mereka mengikuti aturan yang ada, saya kalau hal itu No Coment pak, tidak ada kewenangan kami tidak ada jalur kami kalau masalah itu,” katanya.
Sedangkan Camat Sungai Apit, Wahyudi mengatakan bawha dirinya telah melaporkan keluhan masyarakat tersebut kepada Dinasterkait.
“Hal itu sudah dilaporkan ke Dinas terkait bang, terimakasih atas infonya,” katanya.
Sementara itu, Pengawas APMS teluk Mesjid Badril Munir, saat dijumpai dikediamanya, Senin (15/6/2020) membenarkan bahwa adanya pengisian mengunakan jerigen pakai keranjang.
“Iya, itukan orang yang mengunakan minyak itu untuk dibawanya kepelosok-plosok di ecer ke daerah situ. Selama ini warga tidak ada konplin bahkan premium disini tidak pernah kosong,” ujar Badril Munir Pengawas APMS Teluk Mesjid ini.

