Belasan Tahun Hilang, Wanita ini Ditemukan Tersekap dalam Gua, Mengaku Dihamili 6 Kali

Sabtu,29 Agustus 2020 - 09:04:33 WIB | Di Baca : 392 Kali


HARIANRIAU.CO - Pada tahun 2018 lalu kabar mengejutkan datang dari Kelurahan Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tepatnya pada 4 Agustus 2018. Sekitar pukul 10.00 WIT, seorang wanita bernama Hasni (28) ditemukan di sela-sela batu besar yang mirip gua.

Hasni diketahui sudah menghilang selama 15 tahun yang lalu. Hasni diduga menjadi korban penculikan seorang dukun yang sudah cukup dikenal di desanya. Anehnya, jarak antara rumah korban dengan pelaku cukup dekat.

Setelah menemukan Hasni, pihak kepolisian pun kemudian mengamankan penculiknya. Dan kemudian akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut atas aksi penculikan tersebut.

"Benar, anak ini sudah hilang sejak 2003," kata Kapolres Tolitoli, AKBP M Iqbal pada Minggu (5/8/2018) kemarin.

Ditemukannya Hasni berawal dari laporan Makmun (63), ayah korban, warga Dusun Panyapu, Desa Galumpang, Kecamatan Dako Pamean, Tolitoli. M Iqbal mengatakan, pelaku bernama Jago (83) dan merupakan paranormal terkenal di Bajugan.

"Pelaku adalah paranormal yang sudah terkenal di sini," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Dakopamean Ipda Dickri Sukarjo yang turut dalam penemuan Hasmi mengungkapkan, pelaku penculikan adalah seorang pria tua, warga Desa Bajugan bernama Jago.

Setelah mendapat laporan warga, kami mengunjungi orang tua korban untuk sama-sama melakukan penangkapan terhadap si pelaku,” kata Dickri.

Korban jelas Kapolsek ditemukan pada siang hari dalam kondisi memprihatinkan. Pelaku menyembunyikan korban dibalik sebuah batu besar yang menyerupai gua di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah pelaku.

Ada ruangan kecil berukuran satu meter setengah kali satu meter setengah di dalam batu itu dan ada tempat tidur berupa dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Lokasinya perbukitan tak jauh dari rumah pelaku,” sebutnya.

Kondisi korban sendiri saat ditemukan lanjut Dickri masih dalam keadaan trauma. Korban tak bisa diajak bicara sehingga belum banyak informasi yang bisa dihimpun penyidik berkaitan modus penculikan itu.

Malam dibawa ke rumah pelaku tapi siangnya tidak diketahui warga

Aksi pelaku kaya Dickri terungkap setelah berkembang informasi dikalangan warga Desa Bajugan bahwa pelaku sering terlihat membawa seorang anak gadis ke rumahnya jika malam hari tiba. Akan tetapi, masyarakat tidak pernah melihat anak gadis itu di rumah pelaku pada siang hari.

Jadi mungkin kalau malam pelaku membawa korban ke rumahnya. Sekitar subuh dini hari baru disembunyikan lagi ke dalam batu. Karena memang lokasinya tak jauh dari rumah pelaku,” ujarnya.

Orangtua Hasni putus asa mencari keberadaan anaknya

Orang tua korban jelas Kapolsek mengatakan bahwa mereka menyangka jika anak gadisnya hilang dan meninggal dunia. Sejak tahun 2003 orang tua korban menurutnya sempat melakukan upaya pencarian namun tak membuahkan hasil.

Dua tahun lamanya orang tua mencari korban ini. Akhirnya putus asa dan menghentikan pencarian karena dianggap sudah hilang atau meninggal dunia,” katanya.

Dijadikan tumbal perdukunan

Dari pengakuan Tete Jago kepada penyidik, ia mengaku bahwa Hasni dijadikan tumbal praktik perdukunan yang ia geluti selama ini.

Dari pemeriksaan awal, korban dijadikan tumbal untuk praktik perdukunan,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy.

Selama diculik, Hasmi disembunyikan di sela-sela batu besar yang berada di belakang rumah pelaku. Saat malam tiba, korban dibawa Tete Jago ke saung kecil.

Kalau malam, sekitar pukul 19.00 WIT, korban dibawa ke gubuk kecil, saung gitu, di sanalah bertemu Amrin. Katanya (Amrin) jin yang membantu praktik perdukunan si Jago,” tambah M Iqbal.

Disetubuhi setiap malam selama 15 tahun

Kepada polisi, Tete Jago mengaku menculik Hasni untuk dikawinkan dengan jin sahabatnya. Setiap malam, Hasni diserahkan ke jin bernama Amrin untuk disetubuhi. Setiap kali bertemu Amrin, korban selalu disetubuhi. Amrin bersetubuh dengan Hasni melalui perantara tubuh Tete Jago.

Sebelum matahari terbit, korban kembali dibawa ke gua. Bahkan ia dilarang keluar dari gua dengan ancaman bahwa dia diawasi jin. Jika berani kabur, dia akan bernasib sial dan mengenaskan.

Sedangkan istri dukun Jago, Ratni memberikan pengakuan yang sangat mengejutkan. Ternyata selama 15 tahun ini, dirinya menyaksikan langsung saat sang suami menyetubuhi korban.

Jadi saat ditanya penyidik, istrinya mengatakan mengetahui dan menyaksikan langsung. Namun istrinya hanya terdiam dan tak berkata apa apa," imbuh M Iqbal.

"Yang diketahui istrinya, apa yang dilakukan oleh suaminya itu merupakan ritual perdukunan, untuk menambah ilmu biar tambah sakti,” jelasnya.

Selama diculik Hasni juga dihamili

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, Hasni sudah enam kali dihamili kakek Jago. Ia dijadikan budak seks sejak tahun 2003 atau sejak Hasni diculik. Namun setiap kali Hasni melahirkan, anaknya langsung dibunuh Tete Jago. Anak Hasni dijadikan tumbal atau alat perdukunan untuk menghadirkan jin.

Ada gundukan tanah mirip kuburan di sekitar lokasi penemuan korban. Tapi kita belum tau apakah itu kuburan atau bukan. Kami hanya menduga itu kuburan janin hasil pelecehan,” kata Nadir, tokoh pemuda Desa Galumpang.

 

 

Sumber: Planet.Merdeka.com

 

 






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...