HARIANRIAU.CO - Lama lesu, industri pariwisata kembali bangkit.
Ini ditandai dengan perubahan skema kelola pariwisata Indonesia yang kini sedang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Parekraf) Indonesia.
Pemerintah mengaku juga sudah menyiapkan strategi akselerasi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Strategi itu dimulai dengan jangka pendek hingga jangka panjang.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan, realisasi strategi jangka pendek, dilakukan dengan mendorong jumlah okupansi atau kunjungan wisatawan domestik. Langkah ini dinilai sebagai tahap awal kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Pembukaan pariwisata wisatawan nusantara bertahap sudah kita lakukan. Pariwisata asing kita sedang merumuskan, kerja sama public dan private tidak bisa kerja sendiri kita harus investasi bareng-bareng," ujar Sandi dalam Webinar, Selasa (9/2/2021).
Untuk strategi jangka menengah-panjang, pemerintah akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan di Asia Tenggara. Hal ini dikemas dalam konsep quality and sustainable tourism.
Destinasi jangka menengah-panjang akan memiliki standar yang sama dengan lima destinasi super prioritas yang tengah digodok saat ini. Tujuannya, untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
Sandi juga berujar pemerintah berencana untuk membangun berbagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dengan menggunakan energi baru terbarukan (EBT).
"Kami akan memastikan industri pariwisata akan menghasilkan zero carbon footprint pada setiap kegiatan di destinasi wisata terutama Bali maupun di tempat lainnya," tuturnya.
Di sisi lain, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini berujar semua aspek pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif dari pandemi Covid-19 harus mengupayakan sustainable tourism sebagai sustainable recovery. "Jadi kita ingin make Indonesia beautiful secara better dan faster. Perhitungkan perubahaan iklim, keanekaragaman hayati dan harus inklusif," kata dia.
Sumber Berita: okezone.com

