Pernah Ikut Sekte Sesat Penyembah Setan, Komika Mongol: Komunitasnya di Jakarta

Pernah Ikut Sekte Sesat Penyembah Setan, Komika Mongol: Komunitasnya di Jakarta
Komika Mongol

Mongol pun bercerita, salah satu hal yang harus dilakukan para pengikut satanic adalah menjalani ritual sesat yang bernama 'santap kasih bersama'.

"Hari ini disuruh cewek atau cowok. (Ritual seks) seminggu tiga kali, sesama member anggota, ada membership atau simpatisan. Satu kepala dibayar Rp500 ribu," ujarnya.

Meski itu adalah pengalaman masa lalunya, Mongol menyebut komunitas satanic tersebut masih ada hingga kini. Bahkan, di daerah-daerah elit Jakarta.

"Saat ini mereka masih ada tapi underground (berlangsung diam-diam). Banyak, di Tanah Abang ada, Pondok Indah ada, Pondok Gading ada. Tinggal buka aja webnya ada," bebernya.

"Sasaran satanic saat ini bukan ke orang tua. Yang dicari anak muda yang labil. Yang labil-labil ditawarin iPhone 12, kedip-kedip. Bayangkan, dapat gopek setiap bawa orang (untuk ritual seks)," lanjutnya.

"Genarasi muda adalah generasi yang paling rentan disusupi penyesatan," kata Mongol lagi.

Di sisi lain, Mongol mengapresiasi kepolisian RI yang bergerak cepat menindak komunitas sesat semacam ini sehingga mereka tidak menyebar secara masif dan terang-terangan.

"(Polisi) sepertinya pasti tahu. Dan, mereka (polisi) sangat luar biasa, membuat Indonesia tidak menjadi sarang satanic besar. Polisi, TNI cakep intelnya. Jadi geraknya mereka (pengikut satanic) kembali ke underground," tandasnya.

Halaman :

Berita Lainnya

Index