Ketua TP-PKK Kuansing Saat Menyaksikan Simulasi Proses Pemurnian Emas

Kuansing Raih Anugerah Parahita Ekapraya Dari Kemen PPPA, Ketua TP-PKK Saksikan Simulasi Proses Pemurnian Emas Bebas Merkuri

Kamis,30 September 2021 - 16:33:16 WIB | Di Baca : 347 Kali


HARIANRIAU.CO - Bulan September 2021 menjadi bulan istimewa bagi Kuansing karena meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) untuk pertamakalinya. APE adalah penghargaan terhadap Kabupaten yang melaksanakan pembangunan Responsif Gender. Desa Responsif Gender Proyek GOLD-ISMIA menjadi salah satu indicator penting dalam penilaian APE karena Desa Responsif Gender dalam Sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (DRG-PESK) yang dilaksanakan di Desa Logas dan Desa Logas Hilir adalah DRG-PESK satu-satunya di Indonesia.

Kegiatan pelatihan pengolahan emas tanpa merkuri bagi penambang perempuan di Kuantan Singingi yang diselenggarakan oleh GOLD-ISMIA 27 Sept – 1 Okt 2021, tersebut dikunjungi oleh Ketua TP-PKK dan juga dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Kabupaten Kuntan Singingi, Kamis (30/9/2021). 

Dalam kegiatan pelatihan pengolahan emas tanpa merkuri tersebut Ibu Wela Mayang Sari, SE, M.Si juga mensosialisasikan Bahaya Merkuri jangka panjang terhadap Lingkungan dan Kesehatan. Ibu Wela mencontohkanTragedi Minamata yang berdampak pada kesehatan Ibu Hamil, Kesehatan Bayi, disabilitas, Tremor, bahkan kematian. Setelah menyampaikan Sosialisasi rombongan Ibu Bupati, Ibu Kapolres dan Ibu Sekda langsung menyaksikan simulasi proses pemurnian emas bebas merkuri yang dilanjutkan dengan mendulang emas bersama pendulang perempuan. 

Ketua TP-PKK sangat mengapresiasi proyek GOLD ISMIA yang dilaksanakan di Kabupaten Kuantan Singingi. GOLD-ISMIA adalah proyek kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP).

"Saya mengapresiasi proyek GOLD ISMIA yang berlangsung saat ini merupakan proyek kolaborasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP)," Tuturnya.

GOLD-ISMIA bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pelepasan merkuri dari sektor PESK di Indonesia setidaknya sebanyak 15 metrik ton melalui pemberian bantuan teknis, verifikasi teknologi, kemitraan swasta public serta memfasilitasi akses pembiayaan untuk pembelian peralatan bebas merkuri sangat membantu Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu strategi proyek dalam mencapai tujuan di atas adalah dengan memperkuat pengarusutamaan gender (gender mainstreaming) dalam pelaksanaan setiap kegiatan untuk mencapai keadilan dan kesetaraan gender bagi kelompok penambang emas skala kecil (PESK).

Melalui kerjasama dan diskusi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan juga Organisasi Perangkat daerah (OPD) Kabupaten Kuantan Singingi, proyek GOLD-ISMIA mengembangkan Desa Responsif gender Dalam Sektor PESK. Desa responsif gender merupakan desa yang memenuhi prasyarat pengarusutamaan gender yaitu: tedapatnya komitmen, kebijakan, kelembagaan, sumberdaya, data terpilah, alat analisis dan partisipasi masyarakat. Pada tanggal 15 Februari 2021lalu, Bupati Kuantan Singingi melalui Keputusan Nomor 48 tahun 2021 telah menetapkan Desa Logas dan Desa Logas Hilir Kecamatan Singingi sebagai desa model responsif gender dalam sektor PESK untuk mendukung program Pengurangan dan Penghapusan merkuri. Pelaksanaan uji-coba pemodelan desa responsif gender di Desa Logas dan Logas Hilir ini juga mengacu pada indikator Desa Ramah Perempuan dan Anak yang disusun oleh KemenPPPA & Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa-PDT). 

Dari seluruh Indonesia di tunjuk 6 Kabupaten, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau merupakan satu-satunya dari enam (6) lokasi pelaksanaan proyek GOLD - ISMIA diatas yang dijadikan lokasi percontohan dalam tata kelola pertambangan emas skala kecil yang responsif gender. Strategi PUG dilaksanakan untuk memastikan semua lapisan masyarakat sebagai penerima manfaat proyek ini bias terlibat dan berkontribusi dalam proses pembangunan. Sehingga diharapkan intervensi proyek yang dilaksanakan dapat bermanfaat untuk semua pihak dan keberlanjutan lingkungan hidup yang sehat dapat dicapai.

Jeki Efri Yunas






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...