Bentuk Karakter Berakhlak Mulia

Penyuluhan Ilmu Agama Termasuk Sasaran Non Fisik di TMMD Kodim 0315/Tanjungpinang

Penyuluhan Ilmu Agama Termasuk Sasaran Non Fisik di TMMD Kodim 0315/Tanjungpinang
Pelaksanaan TMMD Ke 113 dalam sasaran non-fisik dengan memberikan penyuluhan Agama oleh Kemenag Bintan kepada warga di Posko Sei Lekop.

HARIANRIAU.CO - Pelaksanaan TMMD Ke 113 Tahun 2022 Kodim 0315/Tanjungpinang selain mengerjakan sasaran secara fisik berupa semenisasi sepanjang 835 M dengan lebar 3 M di Jalan Citarum, Bukit Tengkorak, Kelurahan Sei Lekop, Kabupaten Bintan.

Ternyata TMMD ini juga mengarah kepada sasaran non-fisik seperti pengobatan gratis, vaksinasi tahap I,II,III dan bantuan kesehatan lainnya.

Nah perlu diketahui, pada hari, Kamis (26/05) kali ini dengan sasaran Non-fisik di H-16 ini berupa penyuluhan Agama yang digelar di Posko TMMD Kelurahan Sei Lekop.

Lagi, Dan SSK, Kapten Inf Herwansyah Putra menyematkan dengan penyuluhan Agama kepada masyarakat ini, salah satu program yang harus ditunaikan selama pelaksanaan TMMD.

Sasaran non-fisik kali ini pihaknya berkolaborasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bintan dalam memberikan nasehat keagamaan melalui komunikasi, dan interaksi dengan para warga yang hadir.

"Penyuluhan Agama ini agar melatih mental dan pribadi yang berakhlak mulia, serta bertoleransi kepada sesama umat lainnya. Tentunya hal ini menjadi salah satu tujuan kita semua dalam menunaikan perintah dan larangannya," Ungkap Putra yang mengemban pangkat Kapten ini.

Disamping itu, Kemenag Bintan terdengar memberikan tausiah agama kepada warga yang hadir, dan mengatakan bahwa selalu memberikan masukan serta penyampaian kepada kaum muda agar dapat memahami agama secara utuh.

Ia menilai anak muda harus sering mendengarkan ceramah yang membangun dan menyejukkan.

Karena dari sekarang anak muda harus dibekali ceramah-ceramah yang membangun, bukan di sajikan ekstrem sehingga tidak relevan untuk mereka.

"Kita sebagai orang tua harus mampu mengingatkan anak-anak kita dan saudara kita. Harus dipahamkan jangan hanya menonton ceramah di Medsos, karena kebenaran itu tidak selalu ditentukan dengan kuantitas, tetapi dari kualitas,” bebernya.

Disamping itu, Kanda (23) mengakui bahwa dirinya sering mengikuti kegiatan keagamaan seperti ceramah, ngaji dan pembahasan tentang hadis.

"Saya juga sering bang mendengar penyuluhan Agama selain di YouTube, saya langsung mendengarkan ke masjid besar, surau dan terkadang saya keliling bergantian ke masjid yang ada di wilayah Kecamatan Bintim bang," tutupnya.

Pantauan akhir bahwa pelaksanaan sasaran fisik di jalan citarum, bukit tengkorak dilaksanakan secara bersamaan. Demikian untuk sasaran non fisik berupa penyuluhan agama terlihat dipadati warga Kelurahan Sei Lekop.

Halaman :

#Kepulauan Riau

Index

Berita Lainnya

Index